alexametrics

Batik Patron Asli Ambarawa Sudah Diproduksi Sejak Masa Penjajahan Belanda

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Kabupaten Semarang memiliki warisan nusantara berupa batik Patron. Eksistensi batik khas Ambarawa itu, terus diangkat di berbagai event agar tetap lestari. Tak terkecuali dalam peringatan Hari Kartini yang digelar di rumah dinas bupati Rabu (21/4/2021).

Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia Ambarawa (PBIA) Diana Satyarini mengatakan, batik Patron merupakan batik asli Ambarawa yang diproduksi pada masa penjajahan Belanda, tahun 1800- an. Batik Patron memiliki corak klasik dan warna sogan atau didominasi warna coklat.

“Tahun lalu tidak menggelar sama sekali acara ketika Kartini. Ini kami mencoba mengelar kembali. Tentu dengan prokes. Kami ingin warga Kabupaten Semarang mengetahui batik Patron,” katanya di sela peringatan Hari Kartini di pendapa rumah dinas bupati Rabu (21/4/2021).

Baca juga:  Tiga Dukun Pengganda Uang Dibekuk

Menurutnya, animo masyarakat untuk mengetahui sejarah hingga memiliki kain batik Patron mulai banyak. Pihaknya kini sedang mengupayakan adanya galeri batik di Ambarawa. Saat ini sedang berdiskusi dengan Pemkab Semarang dan beberapa pihak ketiga untuk mewujudkannya.

“Mimpi kami ada rumah produksi. Kalau sudah ada rumah produksi, galeri, Ambarawa bisa jadi sentra batik Patron. Ini kan nantinya bisa membantu pemerintah untuk meningkatkan perekonomian,” tandasnya.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Semarang Peni Ngesti Nugraha yang hadir pun menyambut baik apa yang dilakukan oleh PBIA. Peni mengatakan, dengan mengenalkan kembali warisan batik Patron tentu menguatkan identitas Ambarawa yang merupakan bagian dari Kabupaten Semarang. Ia juga berharap batik tersebut dapat terus lestari seiring perempuan Kabupaten Semarang yang berdikari. (ria/zal)

Baca juga:  27 Ribu Keluarga Terima Bantuan

 

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya