alexametrics

Beras Organik Desa Ketapang Siap Ekspor ke Yaman

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Hasil pertanian beras organik di Desa Ketapang, Susukan, siap ekspor. Tujuan pertama Yaman, Timur Tengah. Langkah awal sekitar tiga kontainer beras organik.

Investor asal Yaman Timur Tengah Fauzi Ja’far At-Tamimi merasa miris ketika melihat angka jemaah asal Indonesia yang meningkat tiap tahunnya, namun barang yang di ekspor hingga ke sana masih sedikit.

Ketika jalan-jalan dan menemukan Desa Ketang dengan beras organik kualitas bagus, pihaknya langsung menawarkan kerja sama. Menurutnya, jika pihak desa bisa konsisten menjaga kualitas hingga pengiriman beras organik, besar kemungkinan tak hanya Yaman. Timur Tengah bisa dijajaki.

“Potensinya banyak, hanya butuh proses. Ini baru berjodoh. Saya juga sering ke Indonesia melihat potensi desa-desa besar. Produk yang dipunyai bagus-bagus,” katanya saat berdialog dengan petani Desa Ketapang Kamis (8/4/2021).

Baca juga:  Gaji Guru PAUD di Bawah Standar

Ketua paguyuban Kelompok Tani Al-Barokah Mustofa mengaku siap memenuhi pasar ekspor. Harga beras organik milik Desa Ketapang dibandrol Rp 15 ribu. Hingga saat ini pihaknya mengaku beras tersebut dinikmati para petani di desa tersebut. Sisanya baru dijual. Namun karena ada permintaan ekspor pihaknya siap untuk memenuhi.”Ini jadi jembatan rezeki untuk para petani di Ketapang. Alhamdulillah rezeki di masa pandemi. Ini nanti ekspor ke Yaman dan Arap Saudi,” ujarnya.

Berkaitan dengan harga pihaknya sedang bernegosiasi dengan pihak investor. Mustofa menginginkan harga dari petani dua kali lipat harga pasaran di desa. Setidaknya Rp 30 ribu. Sehingga kesejahteraan petani terjamin. Kegiatan ekspor beras organik ini pun disoroti Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang Muzayinul Arif. Ia mengatakan ke depan desa lain harus bisa melakukan hal serupa.

Baca juga:  Banyak Kendala, Pemkab Gandeng Kejari

Politikus asal PKB ini pun mengingatkan Kabupaten Semarang memiliki kopi. “Tentu ini tidak bisa lepas dari peranan Pemerintah Kabupaten Semarang. Harus dipantau terus sehingga kopi bisa di ekspor juga,” pungkasnya. (ria/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya