alexametrics

Kenalkan Batik Patroon Ambarawa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Batik Patroon Ambarawa bakal dieksiskan untuk memeriahkan HUT ke-500 Kabupaten Semarang.

Batik tersebut merupakan warisan leluhur sejak tahun 1867. Kemarin (9/3/2021) komunitas Patroon Batik Ambarawa dan anggota sanggar Genta Timur Mahardika mengadakan seminar untuk menelisik jejak batik patroon. Dalam kegiatan tersebut juga digelar fashion show busana batik patroon.

Hadir sebagai nara sumber, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening, Pamong Budaya dari Disdikbudporapar Kabupaten Semarang Tri Subekso dan Praktisi Batik dari Yogyakarta Batil Rohmat.

Rohmat menegaskan, batik bukan hanya sehelai kain. Namun lebih dari itu, batik merupakan ekspresi budaya yang memiliki makna filosofis dari tiap motifnya.

“Seperti motif tambal kanoman. Dulu dipakai anak muda saat hari kelahirannya. Bisa juga untuk tolak bala, menyembuhkan penyakit, menambal apa yang rusak, dan mencegah hal buruk,” terang Rahmat.

Baca juga:  Pemkab Semarang Dirikan Sentra Vaksinasi yang Mudah Dijangkau

Hingga saat ini terdapat 18 motif dari hasil akulturasi batik pesisir dan pedalaman. Yang cukup familiar ada motif tambal, ceplok, semen dan parang. Batik pesisir terpengaruh motif dari Cina atau Lockan bersifat sederhana. Sedangkan batik pedalaman yaitu batik Solo dan Jogja cenderung lebih filosofis.

Tri Subekso juga menjelaskan Ambarawa dahulunya pusat migrasi. Menghubungkan utara dan selatan, kawasan pesisir dan agraria. Sehingga memungkinkan terjadinya akulturasi dan melahirkan budaya baru. Ia harap dengan diskusi warisan batik Ambarawa dapat menghidupkan kembali kearifan lokal daerah tersebut. (cr1/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya