alexametrics

Sehari, Ada 50 Polisi Datang ke Vila

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri mendatangi Vila Bandungan  Taman Raya di Dusun Gintungan RT 01 RW 05 Kelurahan Bandungan, Kabupaten Semarang. Mereka naik tujuh mobil. Di lokasi, mereka sempat mencari sesuatu.

“Untuk hari ini (kemarin) sampai 50 orang yang datang ke sini, mulai dari Polda Jateng, Polres Semarang sampai Polsek Bandungan juga datang ke sini,” ungkap Subandiyo, 60, penjaga vila.

Diakui, sejak ada pemberitaan, vila tersebut menjadi ramai pengunjung. Vila juga ditutup dikarenakan direnovasi beberapa bagian. Beberapa kali di vila tersebut pernah disewa oleh anak-anak sekolah yang melakukan aktivitas serta komunitas anak jalanan yang melakukan bakti sosial.

Baca juga:  Bupati Kendal Raih Penghargaan Posbindu dari Kemenkes

“Yang saya khawatirkan itu, kan pemberitaannya bilang bahwa vilanya di kaki Gunung Ungaran. Nah, di situ nanti ada yang mengira jaringan teroris itu kabur di Gunung Ungaran,” ungkapnya.

Sholeh, pengurus vila tak jauh dari Vila Bandungan Taman Raya mengaku tidak curiga jika ada yang menyewa vila di area tersebut. Vila tersebut kerap disewa keluarga, mahasiswa, dan komunitas motor. Artinya, acara yang diselenggarakan di vila-vila tidak dibatasi.

“Karena memang vila disewakan bebas. Sehingga tak mengerti jika disalahgunakan. Biasanya jika ditanya acara apa? Penyewa bilang untuk acara menginap bersama,” ungkapnya.

Dikatakan, di kawasan Gintungan ada tujuh vila. Saat ini, memang kondisi sepi. Hal serupa juga diungkapkan Plt Lurah Bandungan, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Sarjuman. Pihaknya tidak mengetahui pasti aktivitas di vila tersebut. Terkait kegiatan vila, pihaknya mengungkapkan secara aturan semestinya dipakai tempat tinggal bukan disewakan. Karena itu milik pribadi dan setiap ada acara tidak ada laporan ke pemerintah kelurahan.

Baca juga:  Tebing Longsor, Satu Rumah Porak-Poranda

“Untuk kegiatan vila itu, kami pihak kelurahan tidak tahu. Tidak ada laporan masuk terkait kegiatan di vila,” katanya.

Plt Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang Budi Sugito menegaskan, saat ini usai ada kasus tersebut sedang dalam penggodokan pembuatan SOP baru dalam penggunaan vila. Mulai dari data diri, hingga alasan menginap yang harus jelas dan disertai surat resmi. Tentu hal tersebut untuk mengantisipasi kejadian yang serupa. Hingga kini pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat yang waswas usai kabar ramainya teroris pernah bersinggah di Bandungan. “Kami terus monitor. Minimal kegiatan yang dilkukan di vila jelas,” tegasnya. (mg19/ria/aro/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya