alexametrics

Pendidikan Non-Formal Digelontor Rp 6 M

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Pemerintah Kabupaten Semarang menggelontorkan Rp 6 miliar untuk 600 lembaga pendidikan non-formal.

Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang HM Risun mengungkapkan, program santunan anak yatim luar panti ini sebagai wujud komitmen pemkab menjamin kesejahteraan sosial warganya. Tahun ini diberikan santunan kepada 3.653 anak yatim yang belum diasuh di panti. Jumlah tersebut hasil verifikasi dari usulan sebanyak 4.000 ribu dari seluruh kecamatan.

“Hasil pendataan ada 8.000 anak yatim kurang mampu yang belum memperoleh pengasuhan di panti. Lewat dana APBD Kabupaten Semarang, program santunan ini sudah dilaksanakan sejak tahun lalu,” ungkapnya usai mendampingi Bupati Mundjirin menyalurkan santunan kepada anak yatim piatu di aula kantor Kecamatan Bawen, Jumat (9/10/2020).

Baca juga:  Pastikan Tak Ada Mutasi dan Penambahan Napi

Setiap anak yatim mendapat Rp 250 ribu. Bahkan pada 2021 mendatang, besaran uang santunan akan ditambah.

Bupati Mundjirin menambahkan, kondisi yang dialami anak-anak itu tidak harus menjadi halangan menggapai cita-cita. Pemerintah akan membantu memberikan kesempatan dan bantuan.

“Pemkab Semarang telah mengalokasikan anggaran untuk bantuan sosial kepada 600 lembaga pendidikan non-formal keagamaan dan tempat ibadah. Totalnya mencapai Rp 6 miliar,” tandasnya. (ria/zal/bas) 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya