alexametrics

Petani Mendut Wadul Staf Kementan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Petani Dusun Mendut, Banyubiru, mengeluhkan kelangkaan pupuk. Sementara kartu tani salah satu fasilitas mengakses pupuk tidak bisa digunakan. Kondisi tersebut menghambat proses penanaman. Keluhan tersebut diungkapkan langsung di hadapan Stafsus Kementan Bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian kemarin.

“Sampai kapan pun masalah pupuk tidak akan pernah cukup,” ungkap Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian, Yesiah Ery Tamalagi usai berdialog dengan petani Rabu (23/9/2020).

Ia mengungkapkan, kartu tani yang diluncurkan pemerintah bisa digunakan untuk mengakses pupuk. Namun sayangnya yang menjadi masalah belum semua petani mengantongi kartu tani. Selain itu, masih ada petani yang sudah memiliki kartu tani tapi belum bisa memanfaatkannya.

Baca juga:  Meski Ada SKD, Harusnya KK Tetap Jadi Acuan

“Kami minta agar dinas terkait turut membereskan kartu tani dalam mendukung kepentingan para petani, sehingga produktivitas meningkat,” harapnya.

Sementara itu, Dusun Mendut saat ini dijadikan role model gerakan Luas Tambah Tanam (LTT) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Konstratani) oleh Kementerian Pertanian. Implementasi gerakan LTT di Dusun Mendut bakal mencakup luas lahan hingga 23 hektare. Namun sampai saat ini baru sekitar 18 hektare lahan yang sudah ditanami.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Pangan Kabupaten Semarang Wigati Sunu akan terus memonitoring jalannya perkembangan pertanian, khususnya di Banyubiru. Diakuinya Banyubiru masuk dalam salah satu lumbung pangan di Kabupaten Semarang.

“Harapannya petani tidak lagi sungkan jika ada persoalan langsung lapor BPP masing-masing kecamatan. Ada jembatan,” timpalnya. (ria/zal/bas) 

Baca juga:  Sinergitas Satgas TMMD 109 dan Warga Dirikan Gereja

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya