Tuntang dan Bawen Jadi Alternatif ‘Ibu Kota’ Baru

863
Grafis: Ibnu/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG, Ungaran – Sebagai pusat pemerintahan atau ‘ibu kota’ Kabupaten Semarang, Ungaran dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Wacana pemindahan ibu kota ke arah selatan pun terus dimatangkan.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang Pujo Pramujito mengatakan, proses sudah berjalan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Saat ini tinggal menunggu dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Sudah terus jalan. Sebenarnya kalau tidak ada Covid-19, dari Kementerian PUPR sudah selesai pertengahan tahun ini,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang ketika ditemui di Balai Desa Bener, Tengaran, Senin (15/9/2020).

Sudah ada beberapa titik alternatif pengganti Ungaran sebagai ibu kota Kabupaten Semarang. Yakni Kecamatan Bawen atau Tuntang. Dua lokasi tersebut dinilai strategis. Berada di tengah Kabupaten Semarang.

Sementara untuk pembangunan pusat pemerintahan di ibu kota baru diperkirakan membutuhkan anggaran sekira Rp 800 miliar. Pujo menegaskan, pentingnya pemindahan ibu kota tersebut untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Selama ini, dengan pusat kota di Ungaran masyarakat yang berdomisili di daerah selatan, timur, dan barat kesusahan mengakses karena persoalan jarak.

“Kabupaten Semarang itu ada 19 kecamatan. Kebanyakan berada di selatan dan timur. Kalau ibu kota masih di Ungaran, warga akan terbebani secara waktu dan biaya jika berhubungan dengan pemerintahan kabupaten,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bener Saefudin menyambut baik rencana pemindahan ibu kota kabupaten tersebut. Terlebih jika di Tengaran. Ia pun mengakui faktor jarak antara daerah selatan dengan Ungaran selama ini menjadi permasalahan utama.

“Dulu sempat ada wacana warga daerah selatan pindah ke Kota Salatiga karena secara jarak memang lebih dekat, tapi dengan proses yang ada saat ini tentu masyarakat lebih tenang,” tandasnya. (ria/zal/bas)