alexametrics

Kaur-Kasi Rp 25 Juta, Sekdes Rp 50 Juta

Dugaan Jual Beli Jabatan di Kabupaten Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Rencana pengisian formasi calon perangkat desa (perdes) di Kabupaten Semarang diwarnai isu jual beli jabatan. Mulai Rp 20 juta hingga Rp 50 juta sesuai jabatan yang ditawarkan.  Pelakunya diduga oknum yang mengatasnamakan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang. Oknum tersebut memberi janji meloloskan calon perangkat desa.

“Betul, ada warga yang melapor terkait praktik suap tersebut. Laporan yang masuk ke saya, dengan membayar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta untuk formasi kasi dan kaur. Sedangkan untuk formasi sekdes Rp 40 juta-Rp 50 juta,” kata Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (6/9/2020).

Baca juga:  Rem Blong, Kontainer Sasak Dump Truk dan Motor, Satu Tewas

Isu ini sangat meresahkan warga Kabupaten Semarang. Pihaknya pun meminta perguruan tinggi yang menjadi pihak ketiga dalam pengadaan tes perangkat desa harus profesional. Pihaknya juga meminta aparat keamanan hingga masyarakat ikut mengawasi pengisian formasi calon perangkat desa tersebut.

“Kalau memang ada kecurangan ya segera diproses saja sesuai hukum. Masyarakat juga ketika melihat langsung praktik suap difoto atau direkam. Ada bukti, laporkan,” tegasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Semarang Heru Purwantoro mengatakan, pengisian kekosongan perangkat desa dimulai pada Februari-Maret 2020. Namun karena ada pandemi Covid-19, akhirnya dihentikan dan dimulai lagi pada Agustus 2020 setelah ada disposisi dari Bupati Semarang Mundjirin.

Baca juga:  Warga Desa Gedangalas Serbu Bantuan Air Bersih

Pihaknya ternyata sudah menjadi target oknum tidak bertanggung jawab dengan mencatut namanya. “Sudah tahu isu itu. Bahkan  saya sendiri yang diisukan menerima DP Rp 15 juta untuk pengisian jabatan. Saya tegaskan, itu tidak benar,” tandasnya.

Pihaknya pun menyiapkan antisipasi jika memang ada oknum yang memanfaatkan momen tersebut. Polres Semarang dan Kejaksaan Negeri (Kejari) dimintanya ikut memonitor jalannya seleksi pengisian perangkat desa. Dari data yang didapat seleksi akan dilaksanakan pada 7-9 September 2020 dengan jumlah peserta 469 orang.

Seleksi di kampus Undaris ada 74 formasi, terdiri atas 6 sekdes, 22 kaur/kasi, dan 46 kadus yang akan diikuti oleh 445 orang peserta. Sedangkan seleksi di kampus Undip, ada 4 formasi dengan rincian 3 kadus, 1 kaur/kasi yang akan diikuti oleh 24 orang peserta.

Baca juga:  Setahun Terjadi 374 Bencana

“Mereka akan mengisi 52 formasi dari sekdes, kasi, dan kaur. Yang jelas bukan kami yang membuat soal. Semuanya dari pihak ketiga. Sehingga kami panitia juga tidak bisa membocorkan soal,” katanya. (ria/aro/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya