alexametrics

Khianati PDIP, Mundjirin dan Anaknya Bakal Disanksi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangPDI Perjuangan siap memberi sanksi kepada Bupati Semarang Mundjirin dan putranya Biena Munawa Hatta. Keduanya dituding berkhianat kepada PDIP menyusul pencalonan istri Mundjirin, Bintang Narsasi, sebagai Bupati Semarang.  Bintang sendiri telah mendeklarasikan maju pada Pilkada Serentak 2020 didampingi Sekda Kabupaten Semarang Gunawan Wibisono.  Pasangan Bison (Bintang-Soni) ini telah mendapat rekomendasi dari enam partai pengusung. Yakni, PPP, PKS, Gerindra, Golkar, Nasdem, dan PAN.

Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Kusriyanto menuturkan, PDIP tidak menerima pengkhianatan yang dilakukan oleh kadernya. Seperti halnya yang dilakukan istri sang bupati. Padahal pihaknya sempat mempercayai Mundjirin akan tegak lurus dengan partai. Dengan mendukung rekomendasi yang diberikan partai kepada pasangan Ngesti Nugraha dan M. Basari (Ngebas). “Padahal kami sudah percaya. Tapi kalau sudah seperti ini ya akan kita sanksi,” ujarnya.

Baca juga:  Belajar Toleransi dari Desa Kenteng

Pihaknya menjelaskan, sebenarnya partai banteng moncong putih sempat menawarkan posisi calon wakil bupati kepada Biena Munawa Hatta. Hanya saja tawaran tersebut ditolak.  “Malah ternyata istrinya yang maju pencalonanan dari PPP dan PKS,” katanya.

Terkait sanksi yang akan diberikan, pihaknya mengaku akan menyerahkan kepada DPP. Besar kemungkinan dua kader tersebut akan dijatuhi hukuman pemecatan dari keanggotan partai. Sedangkan untuk status anggota legislatif Kabupaten Semarang dari PDIP yang disandang Biena, pihaknya menuturkan bisa saja dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW). Dan digantikan dengan kader lainnya.

“Pasti sanksi. Enak saja sudah 10 tahun merasakan harkat martabat PDIP, sekarang malah langsung pindah,” kata politisi yang akrab disapa Bambang Kribo tersebut.

Baca juga:  Libur Akhir Tahun, Tempat Wisata Bentuk Satgas Covid

Selain Mundjirin dan keluarga, ada lagi kader PDIP yang akan mendapat sanksi. Yakni, Dwi Astutiningsih. Ia yang dikenal sebagai politisi kawakan DPC PDIP di Blora justru berpindah haluan. Dengan hengkang ke Partai Demokrat. Dan menerima rekomendasi untuk maju dalam Pilkada Serentak mendatang.

“Sementara dua daerah itu saja yang masuk laporan kami. Yang jelas partai ini untuk kepentingan masyarakat. Bukan kepentingan keluarga,”katanya. (akm/aro/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya