alexametrics

Kasus Kekerasan Tinggi, Fakas Minta Fasilitas Rumah Aman

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Forum Anak Kabupaten Semarang (Fakas) menginginkan adanya rumah aman bagi anak korban kekerasan. Mengingat kasus kekerasan pada anak di Bumi Serasi masih tinggi.

Permintaan tersebut diungkap Ketua Fikri Cahyo Wicaksono, di depan kepala DP3AKB Kabupaten Semarang.

Menurutnya, rumah aman diperlukan untuk membantu penyembuhan psikis dan fisik korban kekerasan. Apalagi saat pandemi Covid-19 ini, anak lebih banyak beraktivitas di dalam rumah. Kondisi ini rentan terjadi tindakan kekerasan dari anggota keluarga lainnya. Apalagi dalam keluarga yang tidak utuh atau bermasalah. Anak dinilai berhak mendapatkan perlindungan yang menjadi hak dasarnya.

“Karenanya kami berharap Pemkab Semarang membuat rumah aman bagi anak korban kekerasan. Selain itu juga untuk anak-anak yang mengalami masalah sosial seperti anak jalanan,” ungkapnya.

Baca juga:  Hutan Kawasan Cagar Budaya Gedung Songo Terbakar

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Romlah menegaskan, pengasuhan terbaik bagi anak korban kekerasan tetap ada di keluarga. Ia mengakui biaya untuk operasional rumah aman relatif mahal. Meski pihaknya telah memperjuangkan pendiriannya sejak lama, namun belum bisa direalisasikan.

“Jika memang anak korban kekerasan terpaksa harus ditampung di rumah aman, kami sudah menjalin kerja sama dengan pihak swasta yang memiliki fasilitas itu,” terangnya.

Sampai semester pertama tahun ini tercatat ada 15 kasus kekerasan pada anak. Terdiri dari sembilan anak perempuan dan enam anak laki-laki. Sebagian dari mereka mengalami pelecehan seksual dan kekerasan fisik. Angka itu menurut Romlah meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (ria/zal/bas)

Baca juga:  Dewan Pendidikan Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya