alexametrics

Salahi Izin Operasional, CV Timbangan Budi Terancam Ditutup

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – CV Timbangan Budi terancam ditutup. Sebab, perusahaan yang berlokasi di Harjosari, Bawen, tersebut menyalahi perizinan. Artinya, izin yang diajukan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Perusahaan tersebut sudah beroperasi selama 10 tahun.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang Wisnu Wahyudi mengatakan, ada laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas CV tersebut. Limbahnya diduga mencemari sumur warga sekitar. Perusahaan tersebut sempat mendapat teguran dinas terkait. Warga pun menunggu tindakan pemilik usaha untuk memperbaiki baku mutu limbahnya.

“Pada prinsipnya memang ada pelanggaran. Karena izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) baru dibuat setelah ada Nota Dinas Bupati Semarang tertanggal 29 April 2020,” ungkapnya saat melakukan sidak di CV Timbangan Budi Selasa (14/7/2020).

Baca juga:  Pelayan Toko Onderdil Nekat jadi Kurir Sabu

Ia juga mengungkapkan izin mendirikan bangunan (IMB)-nya pun ternyata gudang. Kemudian berkembang untuk perakitan timbangan. Perakitan sudah beralih fungsi lagi untuk produksi. Ini izinnya juga belum ada.

Pihaknya menegaskan jika tidak ada itikad baik, meminta penega perda menutup sebelum izin itu dipenuhi. Mengingat sudah jelas dalam hal ini belum ada IPLC, Izin TPS limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), dan Izin Usaha Industri (IUI). “Tidak perlu diizinkan diperpanjang dan ditutup selamanya saja,” ujarnya.

Sementara itu perwakilan dari CV Timbang Budi, Samuel mengatakan, awalnya memang sebatas melakukan perakitan dan pengecatan bagian timbangan dengan cara manual. Namun seiring berkembangnya teknologi pihaknya kemudian mengaplikasikan teknis pengecatan dan produksi yang lebih modern.”Izinnya masih dalam proses pengajuan. Demikian halnya dengan pembuatan instalasi pengolahan limbah, karena memang butuh waktu untuk membangun,” jelasnya.

Baca juga:  Digelar tanpa Karnaval, Dentuman Meriam Diganti Pemukulan Bedug

Dinas Lingkungan Hidup yang juga hadir menegaskan siap memberikan surat peringatan ketiga. Bahkan surat rekomendasi untuk tidak memperpanjang izin jika dalam bulan ini tidak diselesaikan. (ria/zal/bas) 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya