alexametrics

Emak-Emak Dusun Krajan Geruduk Kecamatan Tanyakan Bantuan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Ibu-ibu warga Dusun Krajan, Polosiri, Bawen, Kabupaten Semarang mendatangi kantor Kecamatan Bawen Senin (15/6/2020). Mereka mendatangi Camat dan Kades untuk menanyakan mengapa tak mendapatkan bantuan sosial (bansos).

Perwakilan dari masyarakat masuk untuk mendapatkan klarifikasi. Sementara itu terlihat sebagian ibu-ibu memilih untuk duduk di depan kantor kecamatan beralaskan tanah sambil menunggu.

Salah satu warga Krajan Polosiri, Aminah mengatakan pihaknya bingung mengapa sudah tiga bulan ini belum ada bantuan yang masuk. Ia yang sudah tak memiliki pekerjaan merasa keberatan karena harus merawat ibunya yang tengah sakit. “Iya, aku ki kepengen (saya ingin, red) dan ibu-ibu lain mendapat bantuan. Kenopo rak iso? (kenapa tidak bisa?, red),” ungkap ibu 47 tahun ini.

Baca juga:  Cek Lokasi TPS Terisolasi

Berkaitan dengan pendataan menurutnya semua ada di tingkat RT yang selanjutnya dinaikkan di tingkat desa. Ia pun menegaskan sudah melakukan hal tersebut. Minggu lalu ketika ia dan ibu-ibu menanyakan terkait bantuan tersebut Kades setempat mengatakan sudah dikirim. Pada kenyataannya hingga kini mereka belum menerima. “Heran saya, yang dapat malah yang mampu-mampu. Seperti kami yang sulit malah lolos. Kecewa saya,” lanjutnya dengan mata mulai berkaca-kaca.

Sementara itu ketika ditemui ditempat yang sama Kades Polosiri Nurgiyanto mengungkapkan sudah mendata sebanyak 1.200 warga dusun Krajan Polosiri Bawen Kabupaten Semarang untuk mendapatkan bansos. Data itu sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Setelah itu pihaknya mengaku tidak tau bagaimana sistem pembagian setelah menyetor data. Dari data yang ia miliki ada 875 warganya sudah menerima bantuan. “Itu global semua yang menerima dari sembako dan tunai,” timpalnya.

Baca juga:  PAD Kabupaten Semarang Naik Jadi Rp 2,5 T

Karena sempat ramai di kantor kecamatan, Camat Bawen Gunadi mengambil jalan tengah. Kades diperintahkan untuk mendata ulang. Ia juga tegaskan harus mencoret keluarga yang mampu dan menggantinya dengan warga yang seharusnya menerima. Tidak hanya di Polosiri Harjosari juga ditemuinya salah ketik daftar. “Sudah berulang kali saya tegaskan pada kades. Jangan main-main dengan data. Jangan yang kaya dijadikan yang miskin. Saya minta untuk data baru,”tegasnya.

Menurutnya, solusi saat ini untuk warga Krajan dilakukan data ulang yang akan mendapatkan BLT dari Dana Desa. Pendataan dilakukan sesuai SOP dari Dinsos Kabupaten Semarang yakni lewat RT. Ia pun juga menargetkan dalam waktu tiga hari. “Kami langsung menargetkan kades setempat untuk mendata ulang bisa selesai maksimal dalam tiga hari ke depan. Sehingga warga lebih nyaman,” pungkasnya. (ria/bas)

Baca juga:  Ayanaz Gedongsongo, Destinasi Milenial yang Tawarkan Spot Instagramable

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya