Remaja 16 Tahun Melahirkan di Kebun Singkong, Baru Ketahuan Dua Hari Kemudian

323
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Semarang, Romlah. (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Seorang remaja berinisial TM berusia 16  tahun didapati melahirkan bayi di kebun singkong belakang Hotel Dua Putra Nganglik, Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Semarang, Romlah mengungkapkan TM melahirkan di hari Jumat (22/5/2020) dan baru diketahui warga hari Minggu (24/5/2020).

Saat ditemukan warga TM dalam keadaan lemah, warga membawa ke bidan terdekat. Namun keadaan TM terus memburuk sehingga harus dirujuk dan dirawat di RSUD Ambarawa. “Selama dua hari dikebun tersebut. Kami masih berusaha untuk berkomunikasi dengan korban. Namun karena kondisi yang belum stabil kami mengalami kesulitan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang dikantor ketika ditemui, Kamis (28/5/2020).

Pihaknya pun sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengusut keberadaan pelaku. Dan akan terus mendampingi korban. Trauma setelah kejadian tersebut diungkapkan terlihat pada korban.

Dikatakan Romlah, TM tidak hanya mengalami pelecehan seksual. Korban pun juga pernah mengalami kekerasan dari adik kandungnya. Hal tersebut karena sang adik malu kedapatan sang kakak yang hamil diluar nikah. “Korban ini sudah dua tahun pergi dari rumah karena sering terlibat pertengkaran dengan ibunya. Ini korban memang mau pulang namun malah ditolak keluarga karena malu,” lanjutnya.

Sementara itu Tim pendamping P2TP2A Kabupaten Semarang Lukman menambahkan bayi saat ini masih dirawat di bidan. Pasalnya sang ibu TM belum mau mengurus bayi tersebut. (ria/bas)





Tinggalkan Balasan