Cegah Penularan Korona, Saf Salat Bersekat Plastik

246
Salat jamaah di Pondok Ar-Rosuly tetap berjalan dengan tirai plastik Rabu (20/5/2020). (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Pondok Ar-Rosuly di Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang tetap melaksanakan ibadah salat berjamaah di musala Al-Mursalin pondok tersebut.

Untuk mencegah penularan korona di masa pandemi ini, pihak pondok memasang tirai plastik sebagai pembatas antarjamaah dalam satu saf. Tirai dengan tinggi tiga meter itu dipasang dengan jarak antartirai sepanjang 70 sentimeter.

Setiap jamaah berada di antara tirai. Sementara itu jarak pada saf pertama dan saf di belakangnya tetap diatur dengan jarak aman.

Penjaga Pondok Ar-Rosuly, Abdullah Yasin, mengatakan ide pemasangan tirai plastik itu datang dari Mursyid pondok tersebut. Pihaknya ingin kegiatan berjamaah di pondok tetap jalan meskipun sedang dalam situasi pandemi.

Tirai pembatas antarjamaah itu mulai dipasang sejak awal Ramadan lalu. Setiap malam setidaknya 20 santri pondok dan masyarakat memadati musala untuk melakukan kegiatan keagamaan.  “Hasilnya seluruh kegiatan ibadah berjamaah di Pondok Ar-Rosuly tetap berjalan dengan aman,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (20/5/2020).

Ia juga mengatakan salat tarawih berjemaah juga tetap berjalan setiap malam sejak hari pertama Ramadan. Baik santri pondok maupun warga sekitar tetap diperbolehkan melakukan salat berjamaah.

Pengurus pondok juga menyediakan tempat cuci tangan di kompleks musala. Tujuannya agar setiap jamaah yang datang tetap mematuhi protokol kesehatan.  Pihaknya pastikan musala akan makin ramai tiap akhir pekan. Pasalnya santri Ar-Rosuly merupakan santri kalong yang tidak menetap di pondok. Mereka hanya datang ketika sang Mursyid mengadakan kajian. Apalagi tiap malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.

Sementara itu salah satu santri Pondok Ar-Rosuly, Setyo Raharjo, mengatakan meskipun sempat merasa takut namun dirinya tetap mengikuti serangkaian kegiatan berjamaah di pondok. Laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di Ungaran ini sudah menjadi santri di Ar-Rosuly selama satu tahun. “Meski berjamaah kegiatan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kami harap Covid-19 tidak menghalangi ibadah berjamaah,” timpalnya. (ria/bas)





Tinggalkan Balasan