Hujan Semalam, Tiga Dusun Terendam

482
Jalan menuju Banyubiru Ambarawa tergenang air, Jumat (24/4/2020). (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Dua dusun di Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, dan satu dusun di Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang banjir setelah hujan deras semalaman. Akibatnya, itu akses jalan menuju ke dusun tersebut juga sulit dilalui.

Terpantau oleh koran ini, sejak Jumat (24/4/2020) pagi hingga sore banjir masih menggenangi jalan hingga rumah warga. Salah satu warga Banyubiru, Denny Sinaga mengatakan sebelumnya tidak pernah banjir seperti ini.

Ia dan beberapa warga terpaksa keluar rumah dan turun kejalan untuk membantu pengendara motor yang kesulitan melewati banjir. Dikatakannya hujan semalam tidak berhenti selama lima jam dan intensitas tinggi.

“Seingat saya belum pernah yang sampai seperti ini. Tinggi banjir tadi pagi bawah lutut orang dewasa, ini sudah mulai surut tapi ya sedikit. Katanya pintu air Tuntang ditutup jadi yang sini meluap,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dari informasi yang di himpun Jawa Pos Radar Semarang, tanggul sungai didaerah tersebut mengalami jebol sehingga air meluap. Ini yang membuat warga cukup was-was. Pengendara motor tidak lagi melewati genangan air, melainkan juga arus dari sungai. “Karena itu, kami bantu warga yang mau lewat. Mereka melewati arus sungai bukan lagi genangan banjir,” lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan Kades Rowoboni, Agus Salim banjir kali ini paling parah. Hal itu membuat Rawa Pening tak bisa menampung debit air, sehingga meluap. Satu dusun sekitar 250 KK terkena dampaknya. Ia juga mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi agar Pemdes memberikan bantuan ke warga terdampak banjir. Saat ini menurutnya sedang tahap koordinasi. “Tadi pagi sampat sampai lutut, saat ini sudah mulai surut. Belum bisa diperkirakan,” timpalnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto membenarkan hal tersebut. Bahkan dusun Sraten di Kecamatan Tuntang sejak malam sudah terpendam banjir setinggi pinggang orang dewasa. Hal tersebut dikatakannya karena meluapnya sungai di Perumahan Sraten Permai. “Sekitar 60 sentimeter tinggi air. Ada juga yang roboh pagar dan tembok. Namun dari semua kejadian tidak ada korban jiwa. Ini sedang dalam evakuasi,” ungkapnya.

Tidak hanya banjir saja di wilayah Tegaron terjadi tanah longsor. Durasi panjang dan kurangnya tanaman penopang sehingga mengikis pondasi SDN 01 dan menimpa rumah di bawahnya. Tebing sepanjang 3m x 25m longsor dan menimpa rumah Yahman. “Longsor terjadi dini hari. Penyebab juga serupa karena turun hujan deras. Kami akan terus pantau, sehingga masyarakat tidak perlu panik tetap dirumah saja,” pungkasnya. (ria/bas)

 





Tinggalkan Balasan