alexametrics

Hasil Rapid Test Negatif, Warga Dusun Jurug Bisa Bernafas Lega

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Stigma negatif usai kedatangan orang positif Covid-19 di Dusun Jurug, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang sempat mempengaruhi kondisi perekonomian wilayah tersebut.

Camat Getasan Seno Wibowo mengatakan biasanya banyak orang dari daerah lain yang memesan daging, susu, hingga hasil sawah selama dua hari belakang sempat membatalkan pesanan.

“Hasil tani dari Dusun Jurug pembeliannya menurun karena ada stigma negatif karena kedatangan orang positif Covid-19 tersebut,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang di Kantor Kecamatan, Selasa (21/4/2020).

Seno juga mengungkapkan seluruh warga Dusun harus melakukan karantina mandiri. Setelah menerima hasil repid test, ia menegaskan ke warga untuk lebih berhati-hati ketika ada orang luar daerah datang. “Dengan keluarnya hasil rapid test dengan hasil negatif, masyarakat kembali membeli hasil pertanian dengan rasa aman. Terus kami komunikasikan ke warga untuk menjalankan anjuran pemerintah mengenai protokol kesehatan, termasuk menjalankan ibadah di rumah,” lanjutnya.

Baca juga:  Kang Emil Tanam 220.022 Bibit Pohon di Gerakan Leuweung Padjadjaran

Sementara itu salah satu anggota DPRD Kabupaten Semarang dari Fraksi PDIP, Riska Dwi Prasetyo yang ikut menyaksikan penyerahan hasil rapid test menambahkan setelah ini pihaknya berharap tak ada lagi pengucilan terhadap warga Dusun Jurug. Ketakutan kehilangan mata pencaharian pun tidak lepas dari batang-bayangan warga.

“Mereka semua adalah keluarga kita, baik OTG, ODP, PDP, maupun yang positif harus kita mendukung,” timpalnya.

Riska juga menegaskan bahwa korona bisa disembuhkan dan bukan aib yang harus disembunyikan. Adanya hasil rapid test yang menunjukkan negatif, segera memulihkan perekonomian warga setempat. (ria/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya