Bob Hasan Belum Sempat Resmikan Pabrik Gula Merah Cilongok 

435
Mantan Mentri Perindustrian dan Perdagangan RI dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Jenderal TNI Gatot Soebroto, di kawasan Sidomulyo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Rabu (1/4/2020) siang.  (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Mohammad Hasan. Tokoh yang akrab disapa Bob Hasan itu meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Selasa (31/3/2020) pukul 11.00. Bob Hasan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Jenderal TNI Gatot Soebroto, di kawasan Sidomulyo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Rabu (1/4/2020) siang.

Juru bicara keluarga, Suryo Pratomo mengatakan Bob Hasan divonis dokter menderita kanker paru-paru tujuh tahun yang lalu. Namun penurunan kesehatan Bob Hasan sendiri terlihat di tiga bulan terakhir. “Tepat awal tahun. Januari kondisi beliau mulai menurun,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang usai pemakaman.

Bob Hasan yang juga anak angkat Jendral Gatot Subroto tersebut sempat merasakan sakit yang luar biasa pada tangan kanannya usai main golf. Disangka hanya cidera biasa. Namun setelah dicek kanker tersebut sudah menjalar hingga ke tulang. “Beliau itu tidak pernah merasakan sakit. Tujuh tahun lalu divonis kanker juga masih beraktivitas, olahraganya kenceng. Tidak pernah mengeluh sakit, hanya terakhir tangan kanan terasa sakit. Ternyata kata dokter sudah menjalar ke tulang,” lanjutnya dengan nada terbata-bata.

Suryo juga menyampaikan sebelum dirawat intensif dan akhirnya meninggal dunia, ayah tiga anak ini memiliki keinginan meresmikan pabrik gula merah Cilongok. Namun karena kondisi yang semakin menurun hingga saat ini pun keinginan Bob Hasan belum terpenuhi.

“Salalu menanyakan pabrik gula merah dan tapioka di Cilongok. Rencana awal Februari kemarin kita mau meresmikan. Namun ternyata kodisi kesehatan beliau semakin menurun kami tunda. Yang dipikirkan beliau hanya ingin petani terus bisa berkarya,” ungkapnya.

Di masa-masa akhir usia, Bob Hasan juga masih aktif berkeliling wilayah di Indonesia untuk menunaikan tugas yang diamanahkan oleh Yayasan Damandiri, yang merupakan yayasan milik presiden kedua RI, Soeharto. Bahkan terakhir sempat keliling hampir 1.000 kilometer, mulai dari Dieng, Prambanan, Solo dan Semarang.

Sementara itu Panglima Kodam (Pangdam) IV Diponegoro, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Mochamad Effendi sekaligus inspektur upacara mengaku kaget dengan berita meninggalnya salah satu anak bangsa. Pangdam mengatakan almarhum Bob Hasan semasa hidup pernah diberi tugas oleh Jenderal TNI Ahmad Yani untuk membantu Teritori IV yang menjadi cikal bakal Kodam IV Diponegoro.

“Seperti yang disampaikan oleh pihak keluarga, beliau memiliki dedikasi yang tinggi untuk bangsa ini, sebab pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan era 98. Dan salah satu pahlawan karena pernah ditugaskan oleh Jenderal Ahmad Yani untuk membantu teritori IV,” timpalnya usai memimpin upacara pemakaman.

Ditanya perihal pemakaman menggunakan upacara militer, Pangdam menjelaskan jika almarhum Bob Hasan dianugerahi penghargaan Bintang Mahaputra, sehingga memiliki hak untuk dimakamkan secara upacara militer. (ria/bas)





Tinggalkan Balasan