Belum Mantap Kalau Belum Baca Jawa Pos Radar Semarang

Sukirman langsung menjadi agen Jawa Pos Radar Semarang saat pertama kali terbit. (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Sudah 33 tahun, tepatnya mulai 15 Januari 1987, Sukirman membuka bisnis menjadi agen koran di Jalan Kakap I nomor 1, Kabupaten Semarang. Pria berusia 58 tahun ini sudah menikmati manis, pahitnya mencari pelanggan media cetak. Salah satu koran yang dijual ya Jawa Pos Radar Semarang.

Iya, ketika Jawa Pos Radar Semarang masuk di Semarang, Sukirman mulai memutuskan mengambil dan menawarkan ke pelanggannya. “Saya lupa pasti tanggalnya. Yang saya ingat saat itu kantor Radar Semarang masih di Erlangga. Pertama Jawa Pos Radar Semarang keluar, saya langsung ambil,” ungkapnya.

Pelanggannya pun semakin tahun semakin bertambah. Tahun 2000-an Sukirman mengalami kebanjiran pelanggan. “Masing-masing pelanggan memiliki pilihan sendiri. Namun banyak pelanggan menceritakan kesukaan berita olahraganya, edisi hari minggu,” tambahnya.

Konsistensi Jawa Pos Radar Semarang untuk memberikan berita yang faktual, hingga kini menjadi alasan pembaca memilihnya. Cerita yang diterima bapak tiga anak ini, pembaca koran menjadi media informasi terakhir memantapkan pemberitaan yang sebelumnya sudah dibaca lewat media lain.

“Katanya kalau pagi belum baca Jawa Pos Radar Semarang belum mantep, ada yang masih kurang. Padahal mereka sudah membacanya di media lain,” celetuknya.

Di usia Jawa Pos Radar Semarang yang ke-20 tahun, Sukirman berharap semakin eksis. Kepercayaan yang sudah menempel pada pembaca setia jangan sampai luntur.

Ia juga mengatakan di zaman sekarang Jawa Pos Radar Semarang masih eksis dan memiliki banyak peminat. Di Ungaran ia melayani puluhan pelanggan Jawa Pos Radar Semarang.

“Selamat ulang tahun Jawa Pos Radar Semarang yang ke 20 tahun. Semoga semakin sukses, eksis dan jaya. Terus suguhkan pemberitaan yang fakta,” ucapnya. (ria/ton)

 





Tinggalkan Balasan