Rayakan Hari Jadi tanpa Keramaian

General Manager Jawa Pos Radar Semarang Iskandar dan jajarannya saat menyerahkan buket bunga kepada Bupati Semarang Mundjirin didampingi istri Ny Bintang Narsasi Mundjirin sebelum rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Semarang, Minggu (15/3/2020). (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Dampak wabah korona membuat perayaan hari jadi ke-499 Kabupaten Semarang digelar secara sederhana, Minggu (15/3/2020). Sejumlah rangkaian acara yang mengundang keramaian warga dibatalkan. Kemarin, peringatan hari jadi ini hanya ditandai dengan digelarnya rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Semarang. Rapat yang digelar di tengah kebijakan Pemkab Semarang menetapkan lockdown virus korona di Kabupaten Semarang itu terasa lain dari biasanya. Antaranggota dewan dan pejabat pemkab serta staf Sekretariat DPRD tampak canggung untuk bersalaman. Meski demikian, masih ada beberapa yang tetap bersalaman.

“Rasanya kurang afdol kalau tidak bersalaman. Niatnya bagus, mudah-mudahan tetap sehat,” kata seorang anggota dewan perempuan saat memasuki ruang rapat paripurna istimewa.

Bupati Semarang Mundjirin dalam rapat paripurna istimewa itu mengatakan, Pemerintah Kabupaten Semarang memang sedang membatasi kegiatan yang sifatnya mengundang keramaian masyarakat. Ini tidak lepas dari wabah Covid-19 yang semakin meluas. “Selamat ulang tahun warga Kabupaten Semarang. Tahun ini, tidak ada acara besar seperti tahun lalu. Kebetulan tahun ini sedang ada wabah virus korona, sehingga semua yang ramai-ramai perlu dibatasi,”katanya.

Di usia Kabupaten Semarang yang hampir lima abad ini, Mundjirin berharap warga Kabupaten Semarang tidak lagi mengeluh soal pelayanan. Ia telah menyiapkan layanan online sistem cepat ataupun pelayanan secara langsung di kantor. Sedangkan untuk mempertahankan keasrian wilayah Bumi Serasi, ia meminta seluruh warga untuk tetap melaksanakan penghijauan. Ia menilai ketika lingkungan bersih, maka tingkat kesehatan warga akan semakin meningkat.

Terkait wabah korona, ia mengakui ada pasien dalam pengawasan suspect korona yang dirawat di RSUD Ambarawa. “Satu orang warga Ungaran Timur, yang statusnya pasien dalam pengawasan suspect korona hasilnya negatif. Data yang saya dapat, pasien berusia 60 tahun itu menderita sakit paru-paru,” jelasnya.

Untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini, Mundjirin mengeluarkan kebijakan untuk seluruh tempat wisata, tempat hiburan, arena bermain, hingga pusat perbelanjaan wajib menyediakan antiseptik serta alat pengukur suhu.

Agenda rapat paripurna istimewa kemarin memang tak biasa. Itu  terlihat saat Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening di sela rapat memberikan waktu kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang dr Ani Rahardjo untuk memberikan simulasi pencegahan virus korona.

Menurut dr Ani, korona merupakan virus mematikan yang menyerang pernafasan. Virus ini dapat menular bukan melayang di udara tapi menempel melalui kontak tubuh langsung maupun melalui ingus bersin dan ludah. Dijelaskan, upaya menghindari terkontaminasi virus dapat dilakukan dengan membatasi bersalaman atau dengan cukup melambaikan tangan bila bertemu dengan teman. Selain itu, lanjut dia, biasakan mencuci tangan pakai sabun cair dengan benar, atau pakai sanitizer seusai berkegiatan di luar rumah.

“Kita harus menerapkan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan makan sayur dan buah dan tidak makan daging yang dimasak kurang matang. Selain itu, rajin berolahraga dan tidak merokok. Pencegahan bisa kita lakukan jika kondisi kita sehat, sehingga virus dapat tertangkal,” papar  dr Ani di depan anggota DPRD dan pejabat pemkab yang hadir.

Sebelum rapat paripurna istimewa, jajaran pimpinan Jawa Pos Radar Semarang yang hadir sempat menyerahkan buket bunga dan ucapan hari jadi ke-499 kepada Bupati Semarang Mundjirin. “Kami mengucapkan selamat ulang tahun Kabupaten Semarang yang ke 499. Semoga ke depan semakin sukses dan meraih banyak prestasi di bawah kepemimpinan Bapak Bupati Mundjirin dan seluruh jajarannya,”ucap General Manager (GM) Iskandar didampingi Pemimpin Redaksi Arif Riyanto, Manager Pemasaran Koran Yuni Ekowati, Manager Online Agus Purwahyudi dan Redaktur Rizal Kurniawan.

Bupati Semarang didampingi istri Ny Bintang Narsasi menerima buket bunga dan menyampaikan rasa terima kasih. Ia pun berharap ke depannya hubungan kerja sama antara Kabupaten Semarang dengan Jawa Pos Radar Semarang semakin erat. “Terima kasih Jawa Pos Radar Semarang untuk perhatian dan bunganya. Semoga kami bisa sukses bersama membangun Kabupaten Semarang yang lebih baik,” katanya didampingi sejumlah Forkompinda dan para Kepala OPD Kabupaten Semarang.

Sementara itu, meski digelar dalam suasana isu virus korona yang mulai masuk wilayah Kabupaten Semarang, namun tidak mengurangi keakraban anggota DPRD dan pejabat pemkab. Seusai rapat mereka tetap bersalaman dan foto bersama para tamu undangan yang hadir.

Dalam acara ini, selain dihadiri Bupati Semarang Mundjirin, Wabup Ngesti Nugraha dan Sekda Gunawan Wibisono, juga Forkopimda serta mantan Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto dan mantan Wakil Bupati Semarang Siti Ambar Fatonah. (ria/aro/bas)

Tinggalkan Balasan