alexametrics

Curi Motor Tak Sampai Semenit

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN – Tiga warga Mranggen, Kabupaten Demak diringkus Polres Semarang karena menjadi spesialis pencuri motor matik. Ketiganya beraksi sudah 50 kali di berbagai tempat dan mencari motor matik yang terpakir di tempat indekos yang sedang sepi.

Kapolres Semarang AKBP Adi Sumirat mengatakan identitas masing-masing pelaku diantaranaya Imam Safii, 34, Danang Lilva Faza, 19, dan Abdul Jalil, 34. Mereka berkeliling ke berbagai tempat di antaranya Demak, Semarang, Boyolali, hingga Salatiga untuk menjalankan aksinya. Tidak menggunakan tempat yang sama ketika selesai

“Mereka bertiga mengecek di daerah kos-kosan yang sepi. Kalau ada motor matik yang terparkir tidak dengan penjagaan, maka mereka langsung beraksi,” ungkapnya dalam gelar perkara di Mapolres Semarang, Senin (10/2) siang.

Baca juga:  Balap Liar, Ratusan Pemuda Diamankan

Ketika mempraktikan untuk menjalankan aksinya, mereka menggunakan kunci magnet buatan mereka sendiri. Alat tersebut terbuat dari gagang sikat gigi yang ditempeli magnet. Menurut AKBP Adi Sumirat, kunci magnet itu dibuat oleh Danang Lilva melalui serangkaian percobaan pembuatan di bengkel.

“Jadi menggunakan kunci magnet ini mereka bisa membuka pengaman motor kurang dari satu menit. Setelah itu mereka menggunakan kunci T untuk menghidupkan dan membawa kabur motor curian tersebut,”tambahnya.

Informasi keberadaan kelompok curanmor itu, jelas Kasatreskrim Polres Semarang AKP Rifeld Constantien Baba, didapatkan melalui pelapor Diyan Ferina (26) warga Tangerang. Motornya berjenis Honda Beat yang sedang dibawa temannya di kos di daerah Duren, Bandungan, Kabupaten Semarang, 27 Januari 2020 malam lalu. Saat itu juga korban langsung melaporkan ke Polres Semarang. Dari ketiganya, barang bukti yang didapatkan di antaranya tujuh motor matik, STNK motor, kunci magnet, anak kunci Y yang dipipihkan, kunci T, dan anak mata kunci.

Baca juga:  Tak Kuat Nanjak, Truk Kontainer Ngglondor Sapu Tiga Kendaraan

“Dari kejahatan yang dilakukan Mereka terjerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Kami mengimbau masyarakat untuk waspada ketika memarkirkan kendaraan. Terlebih ada kunci tambahan, karena kunci dari pabrik pun ternyata masih bisa dibobol,”jelasnya.

Sementara itu salah satu pelaku curian motor Danang Lilva Faza mengaku ia membuat beberapa kunci magnet, yang digunakan untuk membobol pengaman kunci motor matik. Sebelum beraksi ia sudah mencobanya di motor miliknya. Sehingga ketika di lokasi, tidak mengalami kesulitan. “Motor yang didapat itu selanjutnya dijual ke penadah mulai dari Rp 2 juta sampai Rp 5 juta. Tergantung dari kondisi dan tahun motor. Penadah ada di Mranggen,” ungkapnya. (ria/bas)

Baca juga:  Beri Hadiah Istri Motor Curian, Pria Ini Dibekuk Polisi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya