The Tjoe Than Merawat Vihara Gunung Kalong dengan Hati

312
SOSOK: The Tjoe Thwan, Bhiksu Vihara Avalokitesvara Sri Kukus Redjo Gunung Kalong, Ungaran.
SOSOK: The Tjoe Thwan, Bhiksu Vihara Avalokitesvara Sri Kukus Redjo Gunung Kalong, Ungaran.

RADARSEMARANG.ID, – Memilih melayani umat hingga harus meninggalkan keluarga bukan hal mudah. Panggilan hati hingga panggilan alam menjadi dasar Suhu The Tjoe Thwan, menjadi “penjaga sekaligus perawat” di Vihara Avalokitesvara Sri Kukus Redjo Gunung Kalong, Susukan, Ungaran, Kabupaten Semarang.(Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang).

PANGGILANNYA Suhu Thwan. Sejak 1982, ia sudah memutuskan untuk meninggalkan semua yang dimilikinya dan pergi bertapa. Tulungagung—tepatnya di Desa Sumber Agung—ia pilih menjadi tempat untuk mempertebal ilmu spiritualnya.

“Saat itu, usia anak saya paling kecil lima tahun. Sebenarnya berat, tapi hati ini sudah terpanggil. Saya harus tetap jalan. Saya sebut ya petilasan kakek guru Romo Murti,” cerita pria asal Temanggung ini. Protes juga datang dari anak-anaknya saat Suhu Thwan pulang ke rumah.

Yang juga menarik, Suhu Thwan beberapa kali gagal mendaki gunung di Tulungagung, karena beberapa sebab. Toh, Thwan tak ingin menjelaskan lebih lanjut, karena ia tidak mau memberikan sugesti negatif tentang bertapa. “Bukan tidak ingin membagi cerita. Saya tidak ingin sugesti orang-orang terpengaruh. Ini saya gambarkan alam mengingatkan saya, (karena) lupa menjaga mereka,” lirihnya dengan kerutan di dahi.

Bapak tujuh anak ini mengaku sempat lolos dari bencana gunung meletus. Saat itu, guru kakeknya yang disebut Romo Murti, menyampaikan pesan untuk tidak naik ke gunung. Keinginan sang guru dituruti oleh Thwan. Ternyata benar. Ketika itu, kondisi gunung sedang tidak stabil. “Untung saya mendengar. Sehingga saya selamat. Saat itu saya sudah menyiapkan semua. Tinggal berangkat.”

Pada 1985, sepulang menempuh pendidikan, ia langsung menuju Vihara Gunung Kalong yang berdiri sejak 12 Juni 1965. Awalnya, tutur Thwan, vihara tersebut yang bangunan kecil. “Dulu bangunan hanya ruang kecil untuk ritual. Sampai ada umat yang membantu, menjadikan sebagai tempat wisata. Karena itu, kami pengurus semangat menjadikan vihara lebih bagus lagi.”

Terkait shio tikus logam, Thwan berpesan harus tahan emosi. Emosi tidak hanya untuk sesama. Tapi juga pada alam. Utamanya, mereka yang bershio anjing, kuda, dan tikus. Mereka yang bershio tiga ini, saran Thwan, harus pintar mengolah emosi hingga kesehatan. (ria/isk)

Tinggalkan Balasan