alexametrics

Pencemaran Sungai Parat, Ditemukan Bangkai Babi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN, – Pencemaran Sungai Parat di Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang yang diduga dari limbah peternakan babi menjadi perhatian khusus DPRD Kabupaten Semarang.(Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang).

Pasalnya, sumber mata air yang menjadi bahan baku PDAM Kabupaten Semarang berada di bawah sungai tersebut. Sehingga dikhawatirkan sumber mata air ikut tersemar

Kemarin (23/1), anggota DPRD Komisi B Kabupaten Semarang bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang mendatangi peternakan babi di Kecamatan Getasan, tepatnya di Desa Tolokan tersebut. Ironisnya, saat sidak ditemukan bangkai babi yang dibiarkan begitu saja.

Anggota DPRD Kabupaten Semarang Rizka Dwi Prasetyo mengatakan, Sungai Parat selama ini menjadi sumber kebutuhan air bahan baku untuk pelanggan PDAM, dan mengalir hingga Rawa Pening. Perilaku pengusaha ternak terkait limbah, ditegaskannya, harus segera ditindaklanjuti. Jika meresahkan dan membuat rugi orang banyak harus ditutup.

“Tadi kami melihat ada bangkai babi yang dibuang di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dekat Sungai Parat. Padahal, bangkai tersebut harusnya dibakar atau dikubur. Kami prihatin, pembinaan terhadap pelaku usaha beberapa waktu lalu sudah dilakukan juga. Saya ingatkan berulang kali, zaman gini jangan lagi buang genjik (babi) mati ke sungai, ternyata masih ada, “katanya usai mendatangi lokasi, Kamis (23/1).

Baca juga:  Rp 17 Miliar untuk Tata Dusun Krajan

Ia juga mengingatkan perihal menertibkan IPAL peternak babi. Pengolahan limbah, kata dia, menjadi hal sangat penting.
Kepala Bidang Pengelolaan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang Yudinita Artsiani membenarkan jika di Kecamatan Getasan banyak peternakan, salah satunya babi.

Dikatakannya, ada 90 peternakan babi milik warga, dan 17 peternak babi yang terdaftar izinnya. Setelah ditelusuri sumber limbah tersebut justru dari peternakan yang berizin.

“Kalau peternakan memang Kecamatan Getasan menduduki peringkat pertama. Banyak sekali. Tidak hanya babi, peternakan sapi dan kambing juga ada. Peternakan besar yang aktif ada 13, di antaranya enam izin berlaku dan tujuh izin sudah habis,”bebernya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Kasat Lantas Baru Dituntut Terus Berinovasi

Ia juga menyampaikan, sudah mengambil sampel air sungai yang tercemar limbah tersebut untuk diuji di laboratorium. Hasilnya akan disertakan untuk pengajuan surat rekomendasi tidak memperpanjang izin peternakan babi tersebut. Karena banyak warga sekitar yang juga protes.

“Kami hanya bisa memberikan surat rekomendasi bahwa perusahaan tersebut lalai dalam penanganan limbah. Tidak bisa menutup karena bukan wewenang kami. Terkait izin macam-macam, ada yang habis di 2021 dan 2023. Dari rapat tadi akan diberhentikan setelah izin habis,”katanya.

Pihak DLH belum bisa memberikan hasil laboratorium, karena harus menunggu tujuh hari. Setiap peternak setidaknya memiliki 2.000 ekor babi. Sementara jumlah limbah yang dikeluarkan per hari setiap babi mencapai 2 kg.

Seperti diberitakan sebelumnya, baru-baru ini sebuah video heboh memperlihatkan sumber air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Semarang yang diduga tercemar limbah. Tepatnya aliran air di Sungai Parat yang berada di Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang tersebut mengeluarkan buih.

Baca juga:  Gencarkan Pelatihan Keterampilan di Tiap Desa

Direktur Teknik PDAM Tirta Bumi Serasi Kabupaten Semarang Eko Budi Santosa menegaskan, air yang dialirkan ke pelanggan tidak terkontaminasi limbah. Sumber mata air yang diambil PDAM berada di bawah sungai. Aliran sungai tersebut dasarnya sudah dicor beton. Bak penampungan air tersebut dibuat setinggi dua meter dengan tebal 50 sentimeter.

“Kami pastikan tidak tercemar. Aman, kami juga sudah cek indikasi tercemar tidak muncul. Mata air yang kami gunakan juga dibawah sungai ini. Jadi aliran air tidak masuk ke penampungan, kami jamin tidak ada rembesan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang di lokasi sungai tersebut, Rabu (22/1).(ria/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya