alexametrics

Air Tercemar, 2,5 Ton Ikan Mati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN – Sedikitnya 2,5 ton ikan di Kolam Tandu Harian (KTH) PLTA Timo, Jelok, Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mati. Air di kolam tersebut diduga tercemar.

Pengelola pemancingan KTH PLTA Timo, Tamin mengungkapkan sumber air kolam tersebut berasal dari Rawa Pening. Jenis ikan yang ada di KTH PLTA adalah patin, nila, graskap, blaster, carter dan talas. Salah satu penyebab air tercemar karena kemarau panjang sehingga debit air di Rawa Pening menurun.

“Kemungkinan tercemar dari air Rawa Pening, karena ikan di rawa juga banyak yang mati. Terbanyak yang mati adalah ikan jenis talas. Sejak pertama ada pencemaran, sekitar 2,5 ton yang mati,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (31/12).

Baca juga:  Serap Ilmu dari Wanita Inspiratif

Selain itu, adanya endapan pestisida dan eceng gondok memengaruhi kondisi air yang terbawa hujan hingga masuk ke kolam. Ikan mati di kolam tandu dengan luas sekitar 2,5 hektare dan kedalaman 6 meter ini bukan kali pertama. Namun kali ini paling terarah karena ikan mati lebih banyak dari sebelumnya.

“Karena kolam ini juga dimanfaatkan untuk pemancingan umum. Setiap hari setidaknya ada 10 sampai 15 pemancing dengan biaya Rp 150 ribu per hari. Namun ini kita tutup karena ikan mati,” keluhnya. (ria/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya