Ajang Uji Kemampuan Pebulutangkis Muda

DJARUM FOUNDATION KEJURKAB PBSI GOTONG ROYONG CUP VI TAHUN 2019

372
KERJASAMA-Kejurkab PBSI Kabupaten Semarang seri kedua 2019 masih di Gedung Serbaguna Gotong – Royong sebagai bagian kerja sama kemitraan. (IST)
KERJASAMA-Kejurkab PBSI Kabupaten Semarang seri kedua 2019 masih di Gedung Serbaguna Gotong – Royong sebagai bagian kerja sama kemitraan. (IST)

RADARSEMARANG.ID, AMBARAWA-Penyelenggaraan Djarum Foundation Kejurkab PBSI Gotong Royong Cup VI Tahun 2019 yang bergulir mulai hari ini, Selasa (17/12), di Gedung Serbaguna Yayasan Gotong Royong, Lodoyong, Ambarawa, diharapkan menjadi ajang uji kemampuan para pebulutangkis muda. Sebab, mempertemukan pemain Kelompok Usia (KU) dari seluruh klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) di wilayah Kabupaten Semarang.

“Kejurkab yang sudah rutin berjalan ini juga kami maksudkan untuk mengukur skill dan hasil pelatihan di klub bulutangkis masing–masing. Sebelum nantinya, atlet binaannya mengikuti kejuaraan ke luar daerah,” papar Ketua Umum PBSI Kabupaten Semarang, Subagyo Santoso, di sela persiapan akhir kejuaraan Senin (16/12) sore.

Pengurus tingkat kabupaten atau Pengkab PBSI Semarang, lanjut Subagyo, berupaya mencetak banyak pemain andal yang mampu bersaing di luar daerah. Sehingga, mampu mengharumkan nama daerah, sekaligus meningkatkan prestasi pemain itu sendiri. “Tahun lalu ada Adila Anis dan Anggi Aulia yang bisa juara karesidenan. Tapi tentunya harus muncul bibi-bibit pemain lain. Harapannya, tahun depan punya regenerasi pemain handal, putra maupun putri. Apalagi kita juga baru saja mengadakan pelatihan pelatih agar kualitas pembinaan makin baik,” ungkapnya.

Pelatihan Pelatih yang diselenggarakan 4 – 7 Desember 2019, bagian dari kegiatan Pengkab PBSI Semarang yang dirangkai dengan pelaksanaan Djarum Foundation Kejurkab PBSI Gotong Royong Cup VI Tahun 2019. Materi pelatihan diberikan oleh pelatih dari PB Djarum.

Menurut  Subagyo, kejurkab seri kedua di bulan Desember ini membuka dua kategori peserta. Yakni pemain kategori Kelompok Usia (KU) dan Dewasa. Kategori Kelompok Usia terbagi dalam tingkat pradini, dini, anak, pemula, remaja. Memainkan nomor tunggal putra dan putri. Sedangkan kategori Dewasa menggelar dua nomor, yakni ganda putra tingkat A dan B. “Di tingkat usia remaja, nomor tunggal putri masih belum dapat kita mainkan karena kuota peserta belum terpenuhi. Kalau Dewasa memang dibagi dua. Agar menyesuaikan kemampuan dan usia pemain. Harapannnya, pemain taruna dan atlet bulutangkis dewasa kita punya kesempatan bertanding,” jelasnya. (fiq/ton)