alexametrics

Wajib Kendalikan Diri di Media Sosial

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN – Ratusan siswa ikuti kelas terbuka Mobile Coke Tour dengan tema Bijak Bersosial Media di SMAN 1 Ungaran dan SMAN 1 Bergas di Kabupaten Semarang, Selasa (10/12). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh PT Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Jawa Tengah.

Corporate Affairs Executive Satria Ramadhani mengatakan kegiatan ini merupakan untuk memberikan semangat dan inspirasi pada siswa SMA untuk bijak menggunakan media sosial. Banyaknya problem bullying hingga kasus bunuh diri dikatakannya menjadi acuan digelarnya acara tersebut.

“Melihat kasus yang beredar kebanyakan memang lebih pada cara penggunaan media sosial yang salah. Sehingga kami ingin memberikan kelas terbuka untuk bisa memberikan arahan terutama anak SMA,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang usai acara.

Baca juga:  Cegah Salah Tembak, Kemampuan 300 Personel Diasah

Ia juga menambahkan sosial media merupakan bagian dari aktivitas remaja masa kini yang memiliki dua mata pisau. Bila bisa memanfaatkannya dengan baik dapat memberikan manfaat, bila pemanfaatan yang buruk dapat mendatangkan musibah bagi penggunanya. Ia mencontohkan adanya tren aneka challenge di kalangan anak muda yang mewabah dengan cepat melalui sosial media.

Untuk bisa mengikuti arus kekinian, kadang melakukan tindakan tanpa memperhitungkan konsekuensinya. Selain bisa memberikan citra buruk yang bisa dikenang sepanjang masa dalam jejak digital maupun dikenang oleh publik, bisa juga membawa dampak kematian bagi penggunanya. Untuk eksistensi, anak muda kerap melakukan tindakan tanpa mempertimbangkan dampaknya.

“Inilah yang kami sampaikan pada para siswa agar mereka terhindar dari penggunaan media sosial yang membawa dampak buruk. Mereka dapat tetap bermedia sosial namun mengetahui aturannya dan dampak yang ditimbulkan,” lanjutnya.

Baca juga:  CCAI Donasikan Tempat Sampah Pilah

Sementara itu salah satu siswa SMA Negeri 1 Bergas Dea Lutfiatul kelas X IPA 2 membenarkan jika dirinya tidak lepas dari media sosial. Hasrat ingin mempublikasikan kegiatan kesehariannya juga dibenarkannya. Ia juga menilai harus adanya batasan penggunaan media sosial sehingga angka bully turun.

“Selama ini memang   pengen semua diupload. Tapi memang harus disadari tidak boleh semua dipublikasi. Dipikirkan dulu dampak dari publikasi informasi dari kita,” timpalnya. (ria/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya