alexametrics

Sehari Bisa Empat Kali OTT

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN – Dalam sehari, petugas pemadam kebakaran Kabupaten Semarang melakukan Operasi Tangkap Tawon OBSERVASI: Tim Damkar dan Linmas lakukan pengambilan sarang tawon dipemukian warga, belum lama ini. (MARIA NOVENA/JAWA POS RADAR SEMARANG) (OTT) empat sarang tawon vespa affinis atau yang familiar disebut tawon ndas. Tawon tersebut ada yang bersarang di dekat pemukiman warga dan ada juga yang di perkebunan.

Kabid Damkar dan Linmas Satpol PP Kabupaten Semarang, Aris Muji Widodo, mengatakan evakuasi sarang tawon melakukan OTT di tiga lokasi berbeda pada Kamis (5/12) malam. Yang sebelumnya juga pada Jumat (29/11) malam dilaksanakan di tempat berbeda.

“Kita menamakan gerakan ini sebagai OTT yang informasi keberadaan sarangnya berasal dari informasi warga. Kemarin kami mendapat laporan adanya sarang tawon di rumah warga, kantor, dan di lokasi publik, malamnya kami berkoordinasi untuk melakukan penangkapan sarang tawon” ungkapnya, Jumat (6/12).

Baca juga:  Pohon Tumbang Timpa Mobil di Mungkid, Satu Luka

Operasi Tangkap Tawon pertama dilakukan di PT Hoblun Jalan Kramasan-Klepu Pringapus yang dieksekusi pada pukul 20.00 WIB, rumah Maryati beralamat di Jurang Pringapus RT 01 RW 01 pada pukul 20.45, dan di Alun-Alun Bung Karno Kalirejo Ungaran Timur pada pukul 22.30.

Dari tiga lokasi tersebut ia tidak mengetahui rincian jenis sarang lebah maupun jenis lebahnya. Minggu sebelumnya pun tim berada dilokasi rumah Jatmono yang beralamat di Perum Indah Permai Kupang Rejo RT 1/RW 10. Selanjutnya dilakukan di lingkunganTegal Sari, Desa Pringapus RT. 06 / RW. 03, Pringapus, dan lingkungan Tegal Sari, Desa Pringapus RT. 09 / RW. 3, Pringapus.

“Saat ini kamu belum menerima adanya laporan dari warga terkait sengatan lebah, serangan lebah, maupun kematian akibat lebah. Tapi kami harap jangan ada laporan tersebut,” tambahnya.

Baca juga:  Kerahkan Sepuluh Petugas untuk Rakit 2.249 Kotak Suara

Aris mengatakan, masyarakat yang mengetahui keberadaan sarang tawon ndas, diharapkan segera melapor ke petugas pemadam kebakaran. Menurutnya, sampai saat ini serangan tawon ndas ke warga belum ada yang tercatat di laporan. Petugas pemadam, lanjutnya, saat mengevakuasi telah memiliki keterampilan dan pakaian safety sehingga tidak akan sakit jika diseramg tawon.

“Baiknya segera lapor ke petugas agar di-OTT. Ini sebagai antisipasi agar tidak ada korban karena serangan saat pemindahan sarang tersebut. Kalau serangan mungkin ada, tapi untuk korban belum ada laporan. Ya kami berharap tidak ada korban,”ujarnya.

Dia menilai tawon ndas merupakan binatang yang berbahaya apalagi sarangnya seringkali di dekat pemukiman. (ria)

Baca juga:  Dikira Ban Meletus, Ternyata Rumah Terbakar

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya