Jamin Stok Komoditas Aman Jelang Nataru

277
KOORDINASI: Rapat koordinasi Pengamanan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Pokok di C3 Hotel Ungaran, Rabu (4/12). (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)
KOORDINASI: Rapat koordinasi Pengamanan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Pokok di C3 Hotel Ungaran, Rabu (4/12). (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN – Pemerintah daerah diminta menjamin ketersediaan kebutuhan pangan jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru). Selain itu juga harus menjaga kestabilan harga pangan agar tidak memberatkan masyarakat.

Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Kementerian Pertanian, Andriko Noto Susanto mengatakan, kebutuhan masyarakat saat ini adalah bahan pangan yang cukup, harga stabil, serta Nataru yang aman dan nyaman. “Kita harus menjamin itu, sehingga harus ada rencana aksi agar masyarakat merasa aman,” jelasnya, Jumat (6/12) pagi.

Rencana aksi tersebut adalah, pantauan harga dan pasokan secara harian dan gelar pangan murah minimal H-3 dan H+3, selanjutnya adalah optimalisasi Bulog dan Toko Tani di pusat serta daerah. Untuk komoditas pangan di Jawa Tengah terhitung aman. Untuk stok yang minus periode Desember 2019-Januari 2020 adalah cabe rawit, telur ayam ras, dan daging sapi serta kerbau.

“Sehingga bisa dievaluasi dan dianalisa, intinya kebutuhan masyarakat bisa aman. Selain itu, yang tak kalah penting adalah subsidi untuk transportasi. Jika di satu daerah ada panen raya yang potensi menyebabkan harga turun, harus segera dialihkan ke daerah yang kekurangan. Ini bisa menjamin stabilitas harga,” ungkapnya.

Sementara untuk harga yang diwaspadai kenaikannya adalah bawang merah yang rata-rata mencapai 7,14 persen dan telur ayam ras sebesar 2,52 persen.

Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Sri Brotorini mengatakan kondisi ketahanan pangan di Jawa  Tengah terhitung stabil dan mantap. Dari aspek ketersediaan berdasarkan angka ramalan 2019, hampir semua pangan strategis mengalami surplus, yaitu beras surplus 3,68 juta ton, jagung 3,45 juta ton, kacang tanah 72,69 ribu ton, daging 74,84 ribu ton, telur 107,77 ribu ton, cabai 219,37 ribu ton, bawang merah 443,85 ribu ton, gula 123,161 ribu ton.

Sedangkan komoditas kedelai masih mengalami defisit sebesar 227,02 ribu ton, namun demikian ketersediannya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan di Jawa Tengah. Khusus menghadapi Natal 2019 dan Tahun baru 2020, kondisi ketersediaan pangan stategis di Jawa Tengah dalam kondisi cukup dan aman, salah satu indikatornya adalah pedagang dan masyarakat masih dengan mudah untuk mengakses berbagai kebutuhan pangan. (ria/bas)