alexametrics

Belajar Toleransi dari Desa Kenteng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN – Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang mendeklarasikan menjadi Desa Anti Intoleransi, Anti Radikalisme, dan Anti Terorisme. Ribuan santri, warga, hingga masyarakat umum ikut hadir ikrarkan di Lapangan Kenteng pada Kamis (5/12).

Inisiatif tersebut langsung muncul dari warga desa tersebut. Berawal dari keprihatinan warga terhadap adanya paham yang berniat menganggu kesolidan NKRI. Hal tersebut diceritakan oleh Kepala Desa Kenteng Muhamad Mujib, suasana yang selalu kondusif meskipun mayoritas muslim hingga banyaknya pesantren.

“Memang persentase agama terbanyak musim. Namun kita juga punya wihara dan gereja. Warga selalu Upaya kan damai. Apalagi di hari besar kami selalu tukar peran untuk saling membantu. Semua inisiatif dari warga,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang usai upacara deklarasi Desa Anti Intoleransi.

Baca juga:  Tingginya Sikap Toleransi Bawa Kota Magelang Boyong Penghargaan Smart Society dari Kemenkominfo

Meskipun ditengah isu terorisme yang tinggi warga sepakat membantu pemerintah dan kepolisian perangi hal tersebut. Sementara itu Kapolres Semarang AKBP Adi Sumirat yang ikut hadir mengacung jempol. Ia juga mengatakan saat ini di Indonesia dalam kondisi darurat karena gempuran paham anti toleransi, radikalisme, dan terorisme. “Kita bisa melihat Densus 88 bekerja ekstra keras mengungkap kasus terorisme. Langkah yang bisa dilakukan saat ini adalah mengantisipasi kerawanan tersebut,” timpalnya.

Menurutnya jika kesadaran tingkat desa semakin tinggi, harus didukung. Sehingga pemerintah desa yang lain bisa meniru Desa Kenteng yang berinisiatif meningkatkan kesadaran warganya mengenai pentingnya persatuan Indonesia. “Bagus sekali jika menciptakan suasana aman. Tidak hanya desa sini saja semoga seluruh desa khususnya di Kabupaten Semarang bisa serupa,” pungkasnya.

Baca juga:  Sopir Hilang Kendali, Truk Air Mineral Terguling

Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha juga akan mengupayakan di seluruh desa lain untuk mengadakan deklarasi serupa. Sehingga Kabupaten Semarang tidak mudah terpapar radikal yang salah tujuan. (ria/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya