alexametrics

Pelayan Toko Onderdil Nekat jadi Kurir Sabu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN – Ferdian Dona Saputra berusia 37 tahun warga Perumahan Umum (Perum) Cindelaras Permai, Desa Karangtengah, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang ditangkap polisi karena sudah dua bulan menjadi kurir sabu untuk pemasok bernama Leo.

Kanit Satresnarkoba Ipda Hadi Sunaryo Polres Semarang menjelaskan pihak kepolisian berhasil menangkap salah seorang pengguna yaitu Dwi Putranto di rumahnya dan petugas melakukan pengembangan dengan cara interogasi dan memeriksa ponsel milik pelaku.

Pada saat dilakukan pemeriksaan ponsel, ditemukan nomor milik Dona yang dicurigai sebagai pelaku tindak pindana penyalahgunaan narkotika. Petugas kemudian melakukan penyamaran untuk berkomunikasi dengan Dona. Kepada petugas, Dona mengaku sedang berada di Dusun Macanan, Desa Karangtengah, Kecamatan Tuntang.

Baca juga:  Baznas Serahkan Bantuan Rp 798 Juta

Mengetahui informasi tersebut, petugas bergegas bergerak dan menuju lokasi dan mengamankan Dona. Sayangnya saat itu tidak ditemukan barang bukti narkotika pada saat dilakukan penangkapan kemudian dilakukan interogasi terhdapa Dona. Ia mengaku masih menyimpan sabu-sabu di rumahnya.

“Menindaklanjuti hal tersebut, petugas Resmob Sat Narkoba melakukan penggeledehan di rumah Dona, dan kami menemukan barang bukti dan langsung menangkap tersangka,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang saat gelar perkara dihalaman Polres Semarang, Rabu (4/12).

Ia juga mengatakan tersangka menjajakan sabu-sabu melalui ponsel dan secara Cash On Delivery (COD). Petugas berhasil menemukan barang bukti narkotika jenis sabu yang diamankan antara lain sebuah kantong kecil berwarna merah yang berisi sebuah plastik klip yang didalamnya terdapat sebuah plastik klip yang berisi serbuk kristal yang digulung dan dibungkus potongan kertas warna putih dan diisolasi warna transparan. Berat bersih bubuk kristal tersebut 0,78894 gram.

Baca juga:  Polres Semarang Siagakan 10 Pos Pengamanan

Ada pula dua plastik klip lain yang masing-masing di dalamnya terdapat empat bungkus plastik klip yang berisi serbuk kristal yang digulung dan diisolasi warna transparan dengan berat bersih 2,76199 gram. “Dona didakwa Pasal 114 Ayat 1 dan atau Pasal 112 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal hukuman mati,” lanjutnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi ketersangka, ia mengaku belum mendapatkan upah atas penjualan yang sudah dilakukan. “Saya belum dapat upah yang dijanjikan. Baru dua bulan ini menjalankan bisnis tersebut. Saya bekerja di toko onderdil,” katanya. (ria/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya