Warga Hadang Eksekusi Sepihak

223
TOLAK PENERTIBAN: Warga Tumenggungan Kelurahan Panjang Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang lakukan aksi menolak penertiban bangunan liar yang dilakukan oleh PT KAI, Selasa (19/11) pagi. (MARIA NOVENA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TOLAK PENERTIBAN: Warga Tumenggungan Kelurahan Panjang Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang lakukan aksi menolak penertiban bangunan liar yang dilakukan oleh PT KAI, Selasa (19/11) pagi. (MARIA NOVENA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARNG.ID, UNGARAN  – Warga Lingkungan Tumenggungan, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa menggelar aksi duduk didepan rumah. Aksi tersebut tolak rencana penggusuran yang akan dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Wahyu Hermawan, warga yang merupakan salah satu korban yang rumahnya akan digusur. Ia menceritakan total ada 287 KK yang dianggap menempati lahan milik PT KAI. Namun, hanya ada empat warga yang mendapat surat peringatan dan somasi. “Empat rumah warga yang katanya akan digusur salah satunya rumah saya. Ada lagi milik Sugiyarto, Nurcahyo, dan Totok Hariyanto,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (19/11).

Isu penggusuran tersebut diterima warga pada sejak Senin (18/11). Tetapi, setelah dikoordinasi dengan aparat keamanan dan pihak Kelurahan Panjang, tidak ditemukan surat tembusan dari PT KAI. Warga meminta keputusan tersebut harus ada kesepakatan yang saling menguntungkan kedua pihak. Meski demikian Wahyu menegaskan jangan memaksa warga menuruti keinginan dari KAI.

“Saya tidak tahu kenapa hanya empat rumah yang disasar untuk digusur. Tapi memang ada tuduhan kami dianggap menganggu bisnis PT KAI, termasuk ingin mensertifikatkan tanah yang saat ini ditempati. Tapi, kalau pembangunan tersebut menyengsarakan rakyat, kami akan terus melakukan perlawanan. Seandainya ganti rugi, ada lahan dan bangunan yang harus diganti rugi. Bukan hanya lahan yang disewa ini,” tegasnya.

Lurah Panjang, Khoerur Rozikin juga mengaku prihatin dengan keresahan yang dialami warga Lingkungan Temenggungan. Koordinasi hingga kini memang belum diterimanya. Pihaknya pun meminta warga untuk tetap tenang, dan kondusif menyikapi isu tersebut.

Sementara itu terpisah Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) IV Semarang Krisbiantoro menyatakan rencana penertiban tersebut memang ditunda. “Eksekusi ditunda karena belum bisa dilaksanakan. Tunggu info aja,” ungkapnya. (ria/bas)