alexametrics

Kondisi Terduga Pembunuh Bayi Semakin Menurun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN – Karena kondisi kesehatannya terus menurun setelah melahirkan hingga mengalami pendarahan, Feri Safitri, 18 tahun karyawati Ungaran Sari Garmen (USG) yang diduga membunuh bayinya yang baru dilahirkan dirujuk ke Rumah Sakit Kariadi Semarang.

Kasubbag Humas Polres Semarang Iptu Budi Supraptono mengatakan, pelaku saat ini dirujuk berobat ke RSUP dr Kariadi Semarang. Kondisinya tidak kunjung membaik selama dirawat di RSUD Ungaran. Dijelaskan juga petugas belum bisa memintai keterangan lebih lanjut terhadap pelaku, kondisi kesehatannya terus menurun sehingga tidak memungkinkan kembali diperiksa.

“Selama dalam perawatan pelaku dikawal petugas, kasusnya masih dalam penyelidikan. Kita tunggu sampai kesehatannya pulih. Setelah sehat pelaku akan kita bawa kembali ke Ungaran untuk kembali kita periksa,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (6/11) sore.

Baca juga:  Kaur-Kasi Rp 25 Juta, Sekdes Rp 50 Juta

Dalam kasus ini, petugas sudah memintai keterangan beberapa orang saksi termasuk pacar pelaku bernama Ilham Budi berusia 20 tahun warga Sidoarum, Kecamatan Kutoharjo, Purworejo. Menurut pengakuan Ilham, selama kehamilan pacarnya tidak pernah memberitahukan padanya.”Pacar korban sudah kita periksa sebagai saksi. Dia tidak mengetahui jika pacarnya hamil, dia mengaku pernah beberapa kali berhubungan layaknya suami istri dengan pelaku,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumya, Feri Safitri seorang wanita penghuni kos-kosan di Jalan Melati Baru II, Karang Wetan, Kelurahan Genuk, Kecamatan Ungaran Barat, diduga tega membunuh bayinya yang baru dilahirkan. Aksi keji itu dilakukan warga Purworejo ini di dalam kos-kosan seorang diri.

Tersangka menyimpan bayinya yang sudah tidak bernyawa ke dalam lemari kos. Penyebab kematian bayi diduga akibat kehabisan nafas karena disumpal dengan tisu dan kain. Seusai melahirkan dan diduga membunuh bayinya, tersangka tetap masuk kerja seperti biasa di pabrik USG Ungaran. (ria/bas)

Baca juga:  Kasus PMK Bertambah, Seluruh Pasar Hewan Ditutup

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya