Diduga Ada Candi Besar di Bedono

623
TEMUAN BARU: Seorang wisatawan sedang mengambil gambar di Situs Yoni Bedono, Jambu Kabupaten Semarang, Minggu (3/11). (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)
TEMUAN BARU: Seorang wisatawan sedang mengambil gambar di Situs Yoni Bedono, Jambu Kabupaten Semarang, Minggu (3/11). (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN-Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Semarang menemukan struktur candi besar di Kabupaten Semarang. Berdasarkan data awal, temuan ada di sekitar Situs Yoni Bedono, Jambu.

Ketua TACB Kabupaten Semarang Tri Subekso mengatakan, pihaknya sudah mengambil dokumentasi. Di antaranya melalui metode 3D laser scanner, fotogrametri, serta pemetaan geodetik yang didukung dengan penggunaan sarana pesawat tanpa awak. Dari kajian awal tersebut nantinya akan direkomendasi dan disampaikan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Menurutnya, belum lama ini BPCB sudah melakukan kajian yang serupa. Sehingga diharapkan bakal muncul komparasi data cagar budaya.

“Dengan metode itu, didapat data yang lebih akurat dan bisa disajikan cepat. Sehingga bisa segera terselesaikan,” ungkap arkeolog muda ini, Minggu (3/11).

Pengambilan data sudah dilakukannya sejak Jumat (1/11) lalu. TACB Kabupaten Semarang telah memperoleh gambaran lokasi atau keletakan temuan yang diduga merupakan struktur candi. Posisinya di lingkungan atau area jalan penghubung Bedono-Lanjan. “Posisinya tepat di tikungan jalan, akan terdampak. Fokus perekaman data hanya di daerah situ,” lanjutnya.

Setelah penggalian proyek jalan, batuan candi terlihat. Diperkirakan, candi tersebut dibangun pada periode Hindu-Buddha atau masa Jawa Kuno, sekitar abad 8-10 masehi. Namun saat ini belum semua terbuka karena masih tertutup hamparan tanah dan berada di bawah pohon beringin. “Yang terdaftar di register cagar budaya nasional baru temuan batu Yoni Bedono, sementara struktur yang baru-baru ini ditemukan belum masuk register.”

Dilihat dari panjang struktur utuh yang tampak saat ada galian proyek, patut diduga ini berwujud candi besar. “Karena ada bagian struktur tatanan batu utuh, bagian tepi atau fondasi sepanjang lebih kurang lima meter,” jelasnya.

Kasi Kesejarahan Museum dan Purbakala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Etty Dwi Lestari menambahkan data yang terkumpul sebagai bahan menentukan rekomendasi atas dugaan struktur candi yang terdampak proyek peningkatan jalan Bedono-Lanjan. (ria/ton)