alexametrics

Normalisasi Rawa Pening Terhambat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN-Pengerjaan normalisasi Rawa Pening mundur. Masalah sosial menjadi penyebab lambatnya proyek tersebut.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno mengatakan semakin tahun kedalaman Danau Rawan Pening semakin berkurang. Luas semula danau tersebut 2.000 meter persegi lebih kini menjadi 1.800 meter persegi. Enceng gondok yang menjadi hama saat ini juga masih sekitar 60 persen.

“Danau ini sudah tua, harus kami selamatkan. Dari tahun 2017 kami sudah lakukan pembersihan enceng gondoknya, kami menurunkan alat untuk mempercepat pembersihan. Tiap tahun ada anggaran kurang lebih Rp 100 juta. Namun sangat disayangkan ketika musim kemarau justru warga sulap menjadi sawah dengan tanaman pagi. Itu yang justru membuat enceng gondok semakin subur,” ungkapnya dikantor BBWS Kamis (17/10) pagi.

Baca juga:  Rawa Pening Mulai Ditata Ulang

Hal yang sepele yang dilakukan justru menghambat normalisasi Rawa Pening tersebut. Tidak imbangnya danau menjadi landasan normalisasi. Danau Rawa Pening sendiri menjadi sumber air di Kabupaten Semarang. Mulai dari penyediaan air untuk irigasi, dua PLTA, pengendalian banjir hingga destinasi wisata milik Jawa Tengah.

“Ada karamba itu sebenarnya tidak boleh. Kami sudah siapkan master plan rawa pening nanti ada kawasan industri yang dikelola oleh warga sekitar, pertanian, dan kawasan wisata. Dengan perhitungan sepadan danau yang ditentukan,” bebernya.

Sementara itu bagia operasional BBWS, Fuat mengatakan hingga saat ini ada sembilan alat berat yang diturunkan untuk membersihkan enceng gondok dan pengerukan danau. Pihaknya lebih fokus pada sedimentasi yang harus diselamatkan pada danau.”Kami memang fokus pada pembersihan tahun ini kami mulai untuk sedimentasi pada danau. Tunggu dari Kementrian turun, kami langsung kerjakan,” timpal Fuat. (ria/bas)

Baca juga:  Waduh, VPN Dukcapil Kabupaten Semarang Diduga Diretas

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya