alexametrics

Salimah Tolak RUU P-KS

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN – Seminar Keluarga Samara digelar olehPimpinan Daerah (PD) Persaudaraan Muslimah (Salimah) KabupatenSemarang dengan tema Membangun Komunikasi Efektif, akhir pekan lalu.Seminar ini diikuti 200 pasangan suami istri dari Kabupaten Semarangdan Kota Salatiga.

Sebagai pembicara seminar Cahyadi Takariawan seorang trainer dankonselor Jogja Family Center (JFC) Yogyakarta. Cahyadi hadir bersama istri, Ida Nur Laila yang juga seorang trainer dan konselor JFC. Dijelaskan bahwa komunikasi yang efektif akan tersampaikan jika pasangan suami istri mengenali bahasa cinta satu sama lain. Bisa jadi, bahasa cinta antar pasutri itu berbeda satu sama lainnya.

“Tangki cinta setiap manusia bahan bakarnya adalah bahasa cinta. Perlu diketahui, ada lima bahasa cinta dalam keluarga. Di antaranya yaitu kata apresiasi, waktu kebersamaan, hadiah, tindakan pelayanan, dan sentuhan fisik,” ungkap Cahyadi.

Baca juga:  Mudahkan Hasil Swab, Usulkan Mobil PCR

Ida Nur Laila selaku pembicara lainnya menambahkan, suami istri merupakan individu dengan berbagai keunikan yang telah diciptakan Tuhan. “Berkeluarga adalah belajar memanajemen ketidakcocokkan antar pasangan. Dan agar sakinah mawadah wa rahmah, pasangan suami istri hendaknya belajar untuk saling memahami, saling menyesuaikan diri dan banyak mencari kesamaan, daripada membenturkan perbedaan-perbedaan”,
terang Ida.

Sementara itu, Miftahurrif’ah Mahmud, selaku Ketua PD Salimah
Kabupaten Semarang menyampaikan, pernyataan sikap
Salimah, yang menolak Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS). Salimah berkomitmen untuk menolak RUU P-KS, karena poin-poin yg ada dalam draf RUU ini sangat bertentangan dg visi organisasi Salimah untuk menguatkan ketahanan keluarga.

Poin-poin yang dimaksud antara lain pertama, perbuatan zina dan LGBT tidak akan terkena delik hukuman jika dilakukan atas suka sama suka. “Kedua, ancaman hukum bagi orang yang tidak setuju LGBT, dan yang ketiga, pelaku aborsi tidak akan dikenai hukuman jika melakukan atas kesadaran sendiri. Hal ini tentu bertentangan dengan norma agama.

Baca juga:  Hindari Pemotor, Colt Terguling, Satu Meninggal

Jangan biarkan keluarga kita terjerumus dan menjadi korban,” tegas Miftahurrif’ah Mahmud. (sas/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya