29 C
Semarang
Kamis, 30 Maret 2023

Terus Genjot Penyerapan Tenaga Kerja Difabel

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN – Mutu penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas di perusahaan di Kabupaten Semarang dinilai baik. Sebab telah memenuhi peraturan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang kuota pekerja difabel. Bahkan pada tahun 2019 ini ada satu perusahaan garmen di Pringapus yang mendapat penghargaan tingkat nasional karena memperkerjakan tenaga kerja difabel.

“Secara umum, pelaksanaan peraturan ketenagakerjaan untuk pekerja difabel di Kabupaten Semarang sangat baik. Kita berharap Pemkab terus mendorong perusahaan swasta untuk memberikan kesempatan kerja kepada mereka,” kata Kasubdit Penempatan Kerja Khusus Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Selviana pada acara pembukaan Pameran Kesempatan Kerja di Kantor Disnaker Kabupaten Semarang di Ungaran, Rabu (7/8) siang.
Ditambahkan Selviana, dari hasil pemantauan Kementerian Tenaga Kerja diperolah fakta bahwa para pekerja difabel itu memiliki tingkat produktivitas yang relatif tinggi. Sehingga tidak benar anggapan bahwa mereka tidak produktif. Selama ini belum terjalin komunikasi yang intensif antara perusahaan penyedia kesempatan kerja dengan tenaga kerja difabel.

Baca juga:  Pemkot Beri Ruang dan Akses Luas untuk Kaum Difabel

Karenanya, lanjut Selvi, pihaknya terus melakukan sosialisasi agar pimpinan perusahaan mau menerima pekerja difabel. “Kuota yang disarankan adalah satu persen dari total tenaga kerja di perusahaan itu. Kemenaker juga mendukung pelatihan secara inklusif bagi tenaga kerja difabel di Balai Latihan Kerja bersama tenaga kerja lainnya,” katanya.

Pameran Kesempatan Kerja (Job Fair) Kabupaten Semarang dibuka oleh Bupati Semarang H Mundjirin ditandai pemukulan gong. Saat sambutan, Bupati menjelaskan Pemkab Semarang terus berupaya memperluas akses bagi tenaga kerja difabel. Termasuk job fair kali ini yang juga ramah bagi penyandang disabilitas. “Diharapkan job fair ini dapat terus menekan jumlah pengangguran di Kabupaten Semarang. Termasuk memfasilitasi pencari kerja difabel untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang sesuai,” ujar Bupati.

Baca juga:  Penetapan UMK Semarang Alot, Disnaker Condong ke Buruh, Apindo Tak Sejalan

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Semarang Jarot Supriyoto melaporkan ada 40 perusahaan yang ikut pameran kali ini. Setidaknya ada empat ribu lowongan pekerjaan yang ditawarkan kepada para pencari kerja selama dua hari pelaksanaan.

Lewat ajang pameran ini, diharapkan dapat menurunkan jumlah angka pengangguran. “Angka pengangguran di Kabupaten Semarang tercatat 2,3 persen dari total pencari kerja. Angka itu masih dibawah prosentase tingkat nasional maupun Jawa Tengah,” pungkasnya. (sas/bas)


Baca artikel dan berita terbaru di Google News


Artikel Terkait

Sementara Itu ..

Terbaru

Populer

Menarik

Lainnya