alexametrics

Seribu Ketupat Ingatkan Sumber Air

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG – Lebih dari seribu warga Lembah Dawuhan, Dusun Gedongan, Desa Ngemplak, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung menggelar ritual Sewu Kupat atau Seribu Ketupat Jumat (12/8). Tradisi ritual ini untuk mengingatkan anak-anak sebagai generasi penerus tentang perjuangan munculnya sumber mata air tersebut.

Sejumlah warga menggunakan baju adat Jawa tampak memikul gunungan tumpeng menuju titik acara. Ritual diawali dengan peletakan sesaji. Selanjutnya, sesepuh desa membakar kemenyan. Warga kemudian menyimak cerita sejarah tentang Lembah Dawuhan dan mengikuti doa dan pembacaan kidung. Usai pembacaan kidung, beberapa sesepuh dan pejabat desa melepaskan ayam dengan diterbangkan ke arah warga untuk direbutkan. Selain itu, lebih dari 5.000 ketupat dibagikan kepada seluruh warga.

Baca juga:  Membumikan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Kepala Desa Ngemplak Sri Astuiwidi Subagyo menuturkan, ritual Kupat Sewu adalah rutinitas setiap tahun yang diisi dengan pasang sesaji dan pembacaan kidung. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengingatkan pada kawula muda bahwa mata air ini, tidak semata-mata ada begitu saja. Tapi, ada perjuangan tokoh yang bernama Kiai Lenging, Kiai Doplak di masa lalu. Mereka mengupayakan sumber mata air ini dalam kurun waktu yang tidak singkat.

“Masyarakat berharap, khususnya pemerintah desa, mengingatkan bagaimana sumber-sumber ini dikelola dengan baik. Sehingga nanti mata air ini tidak menyusut apalagi mati,” tuturnya.

Warga Nglodran Rusmiati mengaku datang ke Sadranan Sewu Kupat karena penasaran. Dia berharap agar sumber air ini semakin lancar dan melimpah bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Sebab, banyak warga sekitar Desa Ngemplak menggunakan air dari mata air ini. “Air dari sini untuk keseharian masak segala macam. Airnya jernih, seger,” katanya. (din/ton)

Baca juga:  Empat Hari, Lebih dari 300 Siswa Daftar

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya