alexametrics

Dua Desa di Temanggung Diterjang Angin Ribut

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Bencana angin ribut menerjang Dusun Nglarangan, Desa Kataan, Kecamatan Ngadirejo, dan Dusun Banaran, Desa Pringapus, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung Rabu (10/8) sore. Sejumlah rumah mengalami kerusakan akibat atapnya diterbangkan angin.

Kasi Penanganan Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung Priyo Harjanto menuturkan, sekitar pukul 17.00 WIB, terjadi angin kencang dari timur disertai hujan dengan durasi kurang lebih 15 menit. Hal ini mengakibatkan beberapa atap rumah warga rusak. Menurutnya, beberapa rumah yang atapnya mengalami kerusakan karena pada pemasangan seng atau genteng tidak dikaitkan dengan besi, atau hanya ditumpuk dengan batu-bata.

“Harusnya itu kan besi pada bagian tiang dilebihkan yang bagian atas. Hal ini supaya besi bisa dilengkungkan untuk mengait atau mengikat atap,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Magelang Kamis (11/8).

Baca juga:  Korupsi BKK Jilid Dua Siap Sidang

Beberapa rumah warga RT 02 RW 01 Dusun Nglarangan, Desa Kataan, Kecamatan Ngadirejo yang menjadi korban kerusakan atap. Di antaranya, rumah milik Sukardi yang dihuni dua keluarga dengan delapan jiwa mengalami kerugian sebesar Rp 2 juta.

Selanjutnya rumah milik Tuwaldi yang dihuni dua jiwa rugi Rp 1,5 juta; Parman dihuni 4 jiwa, kerugian sampai Rp 1,5 juta. Di RT 02 RW 02, madrasah milik Muslihin mengalami kerugian Rp 1,5 juta; rumah milik Eni yang dihuni anaknya mengalami kerugian Rp 1,5 juta. Terparah rumah milik Fatkhurohman Yazid yang dihuni tiga orang, habis bagian atapnya dan kerugian mencapai Rp 12 juta.

Selanjutnya, rumah warga RT 02 RW 01 Dusun Banaran, Desa Pringapus, Kecamatan Ngadirejo yang menjadi korban kerusakan atap di antaranya kepunyan Sukardi yang dihuni enam jiwa, rusak bagian atap kabur dan pecah bagian asbes, kerugian Rp 1,5 juta; milik Subani dihuni empat jiwa, kerugian Rp 1,5 juta; Marjuki dihuni delapan jiwa, rusak bagian atap dapur dan ruang tengah k, kerugian Rp 11,5 juta; Selanjutnya rumah milik Gunawan dihuni satu  jiwa, kerugian Rp 1,5 juta; Saptoko, dihuni 4 jiwa, rusak bagian atap asbes kabur dan pecah, kerugian Rp 2,5 juta. Ada pula Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) yang mengalami kerusakan dengan kerugian Rp 1 juta.

Baca juga:  Harga Telur Anjlok, Pemerintah Diminta Cari Solusi

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. BPBD Temanggung langsung melakukan koordinasi, pendataan dan memberikan bantuan logistik. Kamis (11/8), perwakilan BPBD ikut melakukan kerja bakti membersihkan material dan membetulkan beberapa genteng yang masih utuh bersama warga dan relawan. “Kita melakukan koordinasi dengan perangkat desa. Dari BPBD akan memberikan bantuan asbes, nanti akan kami kirim, nunggu proses,” katanya. (din/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya