alexametrics

Selisih Satu Suara, Minta Hitung Ulang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Lebih dari 70 warga mendatangi Balai Desa Soborejo, Kecamatan Pringsurat, Temanggung Rabu (6/7). Mereka menggugat panitia pilkades karena dinilai tidak transparan.

Warga mendatangi Balaidesa Soborejo dan melakukan dialog dengan panitia pilkades. Mereka mengajukan beberapa pertanyaan seperti tidak adanya pembacaan Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebelum perhitungan suara. Sementara itu, panitia menilai bahwa di dalam aturan, tidak diharuskan untuk membacakan jumlah DPS sebelum perhitungan.

Pertanyaan ini terus diajukan warga karena panitia tidak menjawab secara tegas pertanyaan ini. Bahkan, salah satu panitia Mastur mengakui adanya kesalahan terkait hal di atas, namun dia mengatakan bahwa panitia tidak sendiri, sebab ada pengawas dan saksi di lokasi pemilihan.

Baca juga:  Genjot Prestasi di Tengah Kelesuan Olahraga

Juru bicara masyarakat Sriyono mengungkapkan, yang menjadi pertanyaan masyarakat Soborejo sejak awal adalah adanya kejanggalan-kejanggalan. Di antaranya, sosialisasi terhadap masyarakat tidak jelas, tidak tersampaikan. Menurutnya, biasanya jumlah DPS diumumkan sebelum perhitungan, kali ini tidak diumumkan panitia.

“Masyarakat menilai hal ini merupakan sebuah kejanggalan yang membuat kami merasa curiga. Ada oknum yang menginginkan pesta demokrasi tidak sesuai prosedur yang sebenarnya,” ungkapnya.

Selanjutnya, hasil penghitungan dari tim masing-masing calon, tidak ada satupun yang menghitung kemenangan calon nomor urut 1 Maman Rifayanto. Bahkan, lanjut Sriyono, ada tim dari calon nomor 1 yang mengakui kemenangan calon nomor 2 Muhamad Nur.

Tapi panitia akhirnya mengumumkan perolehan suara Maman Rifayanto sebanyak 868 suara dan Muhamad Nur mendapat 867 suara. Sementara calon nomor 3 Muh Awali mendapat 574 suara dan suara rusak ada 61. “Mungkin terjadi kekeliruan ketika mencoret atau perhitungan suara. Masyarakat berharap ada perhitungan ulang agar lebih jelas,” jelasnya

Baca juga:  Bunuh Ibu karena Dilarang Gadaikan Sertifikat Tanah

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Soborejo Sadi Al Bono merasa sudah menjalankan prosesi pilkades sesuai dengan aturan. Seperti alasan pemindahan TPS, rencana awal di lapangan dan berpindah ke balai desa, karena alasan keamanan. “Musim (juga dipertimbangkan), karena sering hujan. Antisipasi hal-hal yang buruk. Prokes juga menjadi pertimbangan kami,” jelasnya. (din/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya