alexametrics

176 Dokter Hewan Awasi Ternak di Kedu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Sebanyak 167 dokter hewan di wilayah Jateng III akan terlibat aktif untuk pelayanan pemeriksaan dan pemantauan di Idul Adha 1443 H/2022 M. Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Wilayah Jateng III drh Esti Dwi Utami mengatakan, pihaknya memastikan agar ternak kurban di eks-Karesidenan Kedu layak dikonsumsi dan sehat. Penyembelihannya juga sesuai syariat Islam.

Hewan kurban harus sehat. Hewan yang terpapar PMK berdasar fatwa MUI masih diperbolehkan untuk dijadikan hewan kurban, dengan ketentuan hewan yang terkena PMK dengan gejala klinis ringan, seperti melepuh pada celah kuku, lesu, tidak nafsu makan, dan keluar air liur lebih.

“Dengan adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat ini, dokter hewan harus meningkatkan pemeriksaan pada hewan yang akan disembelih, selain peningkatan kepekaan sosial,” tutur Esti Rabu (6/7).

Baca juga:  Situs Liyangan Kolaborasikan Wisata Budaya

Sementara itu, ratusan hewan ternak di Kabupaten Wonosobo diklaim telah menerima vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK). Hal ini dilakukan menjelang perayaan hari Idul Adha tahun 2022.

“Iya kita sudah terima 600 vaksin dari pemerintah pusat. Dan sudah kita bagikan ke 590 hewan ternak,” terang Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispaperkan Kabupaten Wonosobo Sidik Driyono.

Ia menyebut bahwa ratusan hewan ternak itu telah disuntik hingga minggu lalu. Hewan ternak yang disuntik vaksin PMK itu terdiri dari sapi, kerbau, kambing dan domba. Wonosobo masuk zona merah wabah PMK, karena ada 1.199 hewan yang terindikasi terkena PMK.

“Petugas kami harus mendatangi kerumah-rumah warga yang memiliki hewan ternak. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerumunan hewan yang bisa mengakibatkan penularan PMK,” jelasnya. (git/din/ton)

Baca juga:  Semangat HUT, Pemkab Temanggung Bidik Level 1

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya