alexametrics

Vanili Temanggung Beredar Sampai Eropa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Hasil perkenunan vanili di Temanggung beredar hingga ke luar negeri. Eksportir Vanili asal Temanggung Singgih Ari Pratomo menuturkan, pihaknya melakukan ekspor vanili ke berbagai negara.

Permintaan ekspor terbanyak berasal dari Amerika Serikat. Selanjutnya adalah Prancis, Jerman, Rusia, Belanda, Spanyol untuk benua Eropa. Sedangkan pasar Asia baru Jepang.

Tomi, sapaan akrabnya, menanam vanili sejak 2 tahun lalu. “Tahun ketiga diharapkan mulai produksi dan panen. Dua tahun ini fokus untuk memanjangkan sulur,” katanya saat ditemui di kebun vanili miliknya di Desa Mandisari, Kecamatan Paraan, Temanggung Selasa (5/7).

Ia mulai menjajaki pasar ekspor sejak 2016. Per tahun mencapai 10 ton. Harga vanili kering dari tangan petani mencapai Rp 1 sampai 1,5 juta, untuk vanili basah Rp 200 ribu per kg. Menurutnya, kebanyakan petani lebih suka jual hijau. Padahal kalau bisa memproses sendiri petani bisa mendapatkan nilai tambah. Kebanyakan petani tidak sabar. Juga seandainya salah memprosesnya, kualitas vanili tidak maksimal.

Baca juga:  35 Pemain Persitema Siap Bertarung di Liga 3

“Prosesnya, petik dari petani, dilayukan 1 menit, mulai proses fermentasi 3 hari, baru pengeringan. Yang salah di petani kadang langsung dijemur. Jemurnya tidak full 1 hari, 2 sampai 3 jam, hari berikutnya jemur lagi,” jelasnya.

Kini, dia fokus untuk memotivasi petani agar menanam vanili kembali. Sebab, Temanggung memiliki sejarah baik tentang vanili. “Sejarahnya vanili Temanggung pernah unggul, hanya saja karena harga jatuh tahun 2003-2004 banyak petani yang trauma. Meski begitu, 3 tahun ini harga stabil, harapan saya bisa menjadi motivasi,” tambahnya. (din/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya