alexametrics

Stok Cabai Surplus hingga Juli

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto meresmikan Bangsal Pascapanen Hortikultura milik Kelompok Tani Muda di Desa Kataan, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung Minggu (26/6). Dia menjamin ketersediaan cabai menjelang Lebaran Haji atau Idul Adha 1443 Hijriah.

Prihasto menuturkan, pada prinsipnya stok cabai cukup untuk menghadapi Lebaran Haji walaupun harganya tinggi. Sebab beberapa daerah sentra cabai mengalami penurunan produksi akibat banyak yang terserang penyakit.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian, kami ingin memastikan bahwa kondisi cabai menjelang Idul Adha ini cukup, walaupun harganya agak tinggi karena ada beberapa daerah yang biasa tanam cabai, sekarang lagi mulai penanaman akibat situasi anomali cuaca,” tuturnya.

Baca juga:  Motif Pembunuhan Masih Misterius

Menurutnya, di Kecamatan Ngadirejo ini ada sekitar 500 hektare lahan tanaman cabai yang saat ini siap panen. Jumlah ini bisa memenuhi kebutuhan cabai, bukan hanya untuk Provinsi Jawa Tengah, tetapi juga untuk dikirim ke Jakarta. “Ketersediaan aneka cabai (rawit merah, rawit hijau, merah keriting dan cabai besar) pada bulan Juni hingga Juli 2022 masih surplus untuk memenuhi kebutuhan nasional,” jelasnya.

Berdasar hasil identifikasi Kementan, penurunan panen banyak dipengaruhi oleh faktor petani yang mengubah haluan tanaman mereka dari cabai ke padi. Semua ini  lantaran pada periode Mei-Juni ini curah hujan di banyak wilayah masih cukup tinggi. Serta banyaknya penyakit yang menyerang tanaman cabai. Anomali cuaca sekarang ini harus disikapi dengan memilih varietas tanaman cabai yang sesuai.

Baca juga:  Tembakau Temanggung Harus Dihargai Khusus

Prihasto memastikan tidak ada impor cabai segar, sehingga tidak akan merusak harga pasar cabai di dalam negeri. Hampir 80 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi cabai segar, belum terbiasa konsumsi cabai kering. Menurutnya, fluktuasi harga cabai kadang tinggi, tetapi kadang rendah. Hal ini memang harus ada proses pembelajaran kedepan agar petani tidak hanya bisa menanam tetapi juga bisa mengolah cabai menjadi produk-produk turunan lainnya yang bermanfaat. (din/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya