alexametrics

Empat Hari, Lebih dari 300 Siswa Daftar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – SMAN 1 Temanggung diserbu calon peserta didik baru. Pada hari keempat pendaftaran peserta didik baru (PPDB) kemarin sebanyak 300 calon siswa mengambil antrean.

“Progres dari hari pertama sampai hari ini (kemarin, Red), terutama Jumat dan Senin membeludak luar biasa. Pengambilan kartu antrean sudah 300-an. Padahal baru empat hari buka pendaftaran,” tutur Kepala SMAN 1 Temanggung Teguh Wibowo kepada Jawa Pos Radar Magelang, Senin (20/6).

PPDB kata Teguh dilakukan sesuai petunjuk teknis (juknis) dari Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Yaitu, mulai tanggal 15 Juni 2022 hingga 28 Juni 2002 untuk tahap pengajuan akun, verifikasi, dan aktivasi akun.  Sedangkan pendaftaran dan perubahan pilihan dilakukan 29 Juni hingga 1 Juli 2022.

Baca juga:  Buruh Ngotot Tolak Aturan Baru JHT

Semua tahap mengikuti juknis dari Provinsi Jateng. Pihaknya harus membagi waktu dan tim dengan baik karena pada saat PPDB, bersamaan dengan banyak kegiatan sekolah. Seperti penerimaan rapor, distribusi ijazah, perbaikan sarpras,  dan lainnya.

Tahun ini, SMAN 1 Temanggung mengajukan kuota siswa baru 360 siswa. Dibagi menjadi 10 rombongan belajar (rombel). “Tahun ini PPDB lebih lancar meski ada beberapa permasalahan yang kerap harus dikonsultasikan ke cabdin atau provinsi. Salah satu hal yang banyak dibahas adalah tentang kartu keluarga,”ujarnya.

Selain itu, masih banyak calon peserta didik (CPD) yang belum memahami juknis sehingga proses pengajuan akun dan verifikasi menjadi lama.  Untuk zonasi ada sistem baru yaitu zonasi khusus diperuntukkan bagi kecamatan yang di dalamnya tidak ada SMA negeri atau SMK negeri.

Baca juga:  Hilangkan Jejak, Buang Sabu-Sabu di Apotek

Di Temanggung SMA negeri hanya ada 6, terletak di 4 kecamatan. Yaitu, Kecamatan Temanggung SMAN 1, 2, dan 3, Pringsurat SMAN 1, Parakan SMAN 1, Candiroto SMAN 1. Kecamatan lainnya seperti Gemawang, Kandangan, Kaloran, Kranggan, Bulu, Selopampang, Wonoboyo, Tretep, serta beberapa kecamatan lainnya belum ada SMA dan SMK negeri.  “Zona khusus ini jatah kuotanya hanya 10 persen dari total calon peserta didik yang diterima, dan seleksi berdasarkan usia,” ungkapnya. (din/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya