alexametrics

Mencontoh Persatuan Era Mataram Kuno

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Bupati Temanggung HM Al Khadziq mendorong Kabupaten Temanggung tetap menjadi kabupaten inklusif. Bagi masyarakat Temanggung, Pancasila, kebersamaan, toleransi, sikap seimbang, adil, sikap di tengah semua golongan sudah ada sejak zaman peradaban kuno Liyangan yang masyarakatnya heterogen.

Di Temanggung pula, pada masa Mataram Kuno era Rakai Pikatan bisa menyatukan wangsa Syailendra dan Sanjaya. “Peninggalan nenek moyang itu harus menjadi keteguhan sikap bagi kita untuk mempertahankan Temanggung tetap menjadi kabupaten yang inklusif. Di tangan para tokoh agama, saya yakin Temanggung akan menjadi kabupaten yang Pancasila selama-lamanya,” tuturnya dalam silaturahmi kebangsaan tokoh lintas agama dan ormas keagamaan yang diadakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Graha Bhumi Phala, Rabu (8/6).

Baca juga:  Baru Selesai Dibangun, Terminal Ngadirejo Sudah Rusak

Dihadiri forkompimda dan tokoh agama. Di antaranya, Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo, Ketua DPRD Yunianto, Dandim Letkol Inf Denver Micha Haryadi Napu, Kapolres AKBP Agus Puryadi, Wakil Ketua DPRD Tunggul Purnomo dan Muh Amin, Ketua MUI Temanggung KH Yakub Mubarok.

Al Khadziq menambahkan, setelah pandemi Covid-19, saat ini masyarakat menapaki era baru, yakni recovery mencakup semua aspek kehidupan masyarakat.

Ketua FKUB Temanggung Ahmad Soleh mengatakan kegiatan ini untuk mewujudkan Temanggung yang tentrem, marem, lan gandem. Namun hal itu tidak akan bisa terwujud jika para tokoh agama, tokoh masyarakat, tidak saling mengenal tidak saling memahami. Maka ditekankan bahwa kerukunan sesungguhnya bukan sekadar di tataran lisan, tapi juga pada tataran rasa dan hati. (din/lis)

Baca juga:  Bergembira dengan Kuda Lumping Pelepah Pisang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya