alexametrics

Bikin Tipe Manual dan Otomatis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG – Kabupaten Temanggung tak hanya dikenal sebagai salah satu penghasil kopi unggulan di Indonesia. Mesin sangrai kopi juga diproduksi di wilayah ini. Di antaranya produksi dari Bina Usaha di Desa Kwadungan, Kecamatan Kledung.

Penggagas pembuatan mesin sangrai kopi adalah Triyanto. Pemilik Bina Usaha ini awalnya berkecimpung pada bisnis pembuatan mesin perajang tembakau. Pada akhir 2016, ia membeli mesin pengolah kopi dari Jerman dengan harga Rp 650 juta. Pada saat itu, usaha kopi lagi booming. Ia tergerak untuk ikut memproduksi mesin sangrai kopi.

Berbekal mengikuti pelatihan pengolahan kopi di Jember selama seminggu, Triyanto membawa sketsa awal mesin sangrai kopi yang ingin dibuatnya. Gambar tersebut lantas ditunjukkan pada Sugiyanto agar dibuat. Mesin buatan awal belum diedarkan karena masih ujicoba dan butuh pembenahan.

Baca juga:  TNI Aktif Sukseskan Vaksinasi

“Kita bikin satu mesin dan kita letakkan di depan tempat kami. Kebetulan ada konsumen yang melihat dan mencobanya dan berminat,” tutur Sugiyanto yang saat ini menjadi penanggung jawab pembuatan mesin sangrai kopi Bina Usaha.

Sejak 2018 mereka mulai memproduksi mesin kopi secara massal untuk dijual. Ukurannya mulai untuk sampel roaster kapasitas 200 gram hingga yang mampu menampung 5 kilogram biji kopi. Ada dua tipe, manual dan otomatis yang bisa tersambung dengan laptop, komputer atau telepon pintar. Harganya jauh lebih murah dari mesin pengolah kopi buatan Jerman yang pertama dibeli Triyanto. Mesin berbahan besi buatan Bina Usaha dijual antara Rp 25 juta hingga Rp 50 juta.

Baca juga:  Batasi Siswa untuk Tatap Muka

“Mesin kami sudah SNI, dapat sertifikat dari kementrian,dan sudah ada di e-katalog,” katanya. (din/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya