alexametrics

Perayaan Waisak di Wisma Bikkhu Jaya Wijaya Diiringi Alunan Gamelan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Umat Buddha di Kecamatan Kaloran kembali bisa merayakan Waisak 2566 BE/2022 M tanpa banyak pembatasan akibat Covid-19 pada Selasa (17/5) malam. Perayaan ini berlangsung setelah dua tahun tak menggelar peringatan Waisak karena pandemi.

Di Wisma Bikkhu Jaya Wijaya, Desa Kalimanggis, Kecamatan Kaloran, perayaan dilakukan terbilang cukup unik, karena dipadukan dengan adat Jawa. Selain petugas memakai pakaian Jawa, perayaan Waisak di tempat tersebut juga diiringi alunan gamelan.

“Kita memakai adat Jawa agar jangan sampai hilang ditelan zaman, selain itu, iringan gending-gending Jawa sebagai bentuk akulturasi budaya Jawa dan ajaran Buddha,” kata Ketua Panitia Wargino.

Ia menambahkan, lagu-lagu yang dipersembahkan dalam gending-gending tersebut adalah lagu Jawa yang diubah syairnya menjadi bahasa Sanskerta. “Peserta dari 14 vihara se-Kabupaten Temanggung, dan juga didukung dari lingkungan dari sekitar Wisma Bikkhu Jaya Wijaya,” terangnya.

Baca juga:  Diskusi sambil Ngopi di Kebun Kopi

Selain tradisi perayaan bercorak Jawa, budaya gotong royong dan bersilaturahmi pun terbangun. Saat momen Trisuci Waisak seperti ini, panitia perayaan pun terdiri dari pemeluk agama lain. “Panitianya ada Muslim, Kristen dan Katolik, semuanya berbaur untuk kerukunan bersama,” terangnya.

Sementara itu, Bante Wongsin Labhiko Mahatera dari Shangha Theravada mengaku sangat bangga atas apa yang diselenggarakan oleh panitia dengan memadukan adat Jawa dalam perayaan Waisak di Wisma Bikkhu Jaya Wijaya, karena hal ini tidak ada di tempat lain. “Ada gamelan, ada adat Jawa-nya ini sangat membanggakan, sangat bagus, karena dapat membangkitkan kebudayaan Jawa,” ujarnya. (rls/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya