alexametrics

Distribusi Ternak Luar Daerah Diperketat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Lalu lintas dan distribusi hewan ternak dari luar daerah yang masuk ke Temanggung akan lebih diperketat. Utamanya dari tiga daerah di Jawa Tengah yang sudah terkonfirmasi penyakit mulut dan kuku (PMK) yaitu Boyolali, Rembang dan Banjarnegara.

Hal ini demi menghindari penyebaran PMK menjelang hari raya Idul Adha. “Kita tidak membatasi tapi melakukan kontrol dengan cara peredaran kita ketatkan. Alhamdulillah sampai hari ini belum ada hewan ternak yang suspect di Temanggung,” terang Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Temanggung Joko Budi Nuryanto Kamis (12/5).

Selain larangan distribusi dari tiga kabupaten tersebut, hewan ternak yang masuk Temanggung harus memiliki surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Ini sebagai bukti hewan tersebuta aman dari penyakit. “Kalau itu tidak ada SKKH pasti tidak kita izinkan masuk,” tegas Joko.

Baca juga:  HIPMI Temanggung Dampingi UMKM Kuat Mental

Pihaknya akan terus melalukan sosialisasi ke masyarakat tentang bahaya penyakit ini mengingat penyebarannya begitu cepat. Pihaknya sudah membentuk tim khusus yang akan melakukan pemeriksaan hewan di kandang-kandang masyarakat, penyemprotan disinfektan dan membuat kandang isolasi.

Di tempat yang sama, Sekretaris DKPPP Temanggung Esti Dwi Utami menyebutkan beberapa dampak yang terjadi jika hewan terinfeksi PMK. Pertama, hewan tersebut akan mengalami penurunan stamina yang berpotensi pada kematian.

Kalaupun bisa sembuh, hewan tersebut bakal menjadi karir atau pembawa virus. Hewan tersebut juga akan mengalami penurunan berat badan secara permanen. “Fakta terbaru kemarin sapi seberat satu ton bisa turun menjadi 4 kuintal,” ungkapnya.

Belum lagi, lanjut Esti, adanya dampak ekonomi yang ditimbulkan mengingat animo masyarakat untuk memelihara hewan ternak juga bakal menurun.

Baca juga:  Drainase Meluap, Senderan Rumah Longsor

Sedangkan dari sisi kesehatan, dampak yang terjadi bagi tubuh manusia yang mengonsumsi hewan ternak yang terpapar PMK, kata Esti, tidak akan terlalu berpengaruh dengan catatan daging maupun produk susu diolah dengan baik. Dalam hal ini, ia menganjurkan agar jeroan direbus terlebih dahulu sebelum diperjualbelikan di pasaran. Selain itu, daging harus dilayukan atau diangin-anginkan dengan cara digantung selama 5 jam sebelum didistribusikan. (nan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya