alexametrics

Dukung Reog jadi Warisan Budaya Asli Indonesia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Ratusan orang dari belasan kelompok kesenian reog di Kabupaten Temanggung menggelar aksi solidaritas. Mereka mendukung agar kesenian reog Ponorogo segera memperoleh pengakuan sebagai salah satu warisan budaya tak benda. Aksi solidaritas tersebut diisi dengan prosesi doa bersama sekaligus pementasan secara serentak di halaman gedung Temanggung TV Sabtu (16/4) malam.

Koordinator aksi solidaritas Sutopo menyebut, belasan kelompok kesenian reog tersebut berasal dari berbagai penjuru kecamatan di Kabupaten Temanggung. Hal ini sebagai respon mereka guna mendesak agar Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek Republik Indonesia untuk terus mengawal agar reog Ponorogo dapat diakui dunia internasional melalui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda milik Republik Indonesia.

Baca juga:  Badran Fair Angkat Potensi Desa

Bukan tanpa alasan, selain mengukuhkan status dan pengakuan secara resmi, para seniman juga merasa gerah lantaran Malaysia juga tengah berusaha mengajukan klaim sebagai pemilik sah seni reog.

“Jangan sampai kita kalah oleh Malaysia yang sebenarnya hanya mengadopsi budaya asli Indonesia. Bayangkan saya, kalau sampai ini terjadi, bagaimana nasib para penggiat seni reog Ponorogo di tanah ai,” tegasnya.

Hal serupa disampaikan Teguh Wicoro, salah seorang pemain reog yang tergabung dalam Paguyuban Singo Sindoro asal Kecamatan Kranggan. Ia meminta kementerian terkait untuk segera merespon aspirasi dari para pemain reog yang tersebar di berbagai penjuru daerah di Indonesia.

“Bagi saya, kesenian reog Ponorogo sudah sangat mendarah daging. Sejak 2007 saya sudah menjadi pemain reog. Bahkan di desa saya, kelompok kesenian ini sudah terbentuk sejak 1987,” desaknya.

Baca juga:  Bangun 820 Meter Jalan Beton

Menyikapi aksi tersebut, Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Temanggung Hanung Widanur mengaku bahwa pihak pemerintah akan senantiasa mendukung sekaligus menaungi para pelaku seni sebagai upaya melestarikan warisan seni budaya asli Indonesia, termasuk yang masih eksis di Kabupaten Temanggung. Ia menyebut, reog Ponorogo sudah mulai masuk di Temanggung sejak 1970-an dan kini jumlah paguyubannya telah mencapai belasan kelompok.

“Mereka sampai sekarang masih eksis dengan sering mementaskan seni reog Ponorogo meski masih dalam taraf lokal daerah,” jelasnya. (nan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya