alexametrics

1,2 Kilogram Ganja Gagal Diedarkan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Satuan Reserse Narkoba Polres Temanggung berhasil mengungkap 3 kasus narkotika dengan 4 tersangka dalam Operasi Bersinar Candi 2022. Dalam operasi yang digelar 9 – 28 Februari itu, sebanyak 1,2 kilogram ganja dan 2,07 gram sabu berhasil diamankan.

Adapun ketiga tersangka berinisial HIM, AI dan MRN ditangkap sebagai pengguna. Sementara MAP, 29, warga Dusun Klombeyan RT 01/04, Desa Muntung, Kecamatan Candiroto merupakan seorang perantara atau pengedar.

Kepada awak media, MAP mengaku mendapat barang haram tersebut dari SP yang saat ini masih buron. Ia bergerak mengedarkan ganja atas instruksi dari SP. Ia dijanjikan mendapat imbalan Rp 7,5 juta jika berhasil menandaskan 1,2 kilogram ganja yang diberikan SP dengan wilayah edar di Kabupaten Temanggung.

Baca juga:  Balai Rehabilitasi Sosial Masih Terbatas

MAP mengaku menjadi kurir ganja sejak Januari lalu. Meski begitu ia mengaku baru mengantar ganja sekali ke pelanggannya. Sebelum akhirnya aksinya itu dicium aparat kepolisian dan berakhir dengan ditangkap.

Ia mengaku terpaksa menjadi kurir dengan alasan kebutuhan ekonomi. “Barang saya ambil dari Ambarawa, rencananya mau dikasih di alamat-alamat di Temanggung. Saya hanya pengedar, enggak makai (ganja),” akunya.

Kasatres Narkoba Polres Temanggung AKP Bambang Sulistiyo mengatakan, dengan ditangkapnya MAP ini, banyak masyarakat Temanggung yang terselamatkan dari barang haram tersebut. Sebab, sebanyak 1,2 kilogram ganja yang didapat MAP dari SP tersebut sudah dibagi dan dibuat bungkusan kecil-kecil untuk diedarkan di wilayah Temanggung.

Baca juga:  Umbul Jumprit Diharapkan Jadi Ikon Baru

“Satu bungkus rata-rata berisi 75 gram ganja, ini kebetulan yang sudah dipaketi baru 4, rencananya mau ditaruh sesuai alamat maupun petunjuk dari SP yang saat ini masih DPO,” terangnya.

Adapaun keempat tersangka tersebut dikenakan Pasal 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan maksimal 12 tahun dengan denda paling sedikit Rp 800 juta bagi pengguna atau pemakai. Sementara untuk pengedar, lebih berat lagi dengan ancaman kurungan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 1 miliar. (nan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya