alexametrics

Pasar Papringan Temanggung Kembali Dibuka

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Setelah dua tahun vakum, akhirnya Pasar Papringan kembali dibuka sejak Minggu (6/2) lalu. Pembukaan ini disambut antusias para pencinta kuliner tradisional yang sudah rindu akan suasana tempo dulu di Desa Ngadiprono, Kecamatan Kedu tersebut.

Bahkan, jumlah pengunjung pada Minggu kedua pembukaan Pasar Papringan kemarin sudah mencapai ratusan orang. Mereka bukan hanya berasal dari lokal Temanggung saja, tetapi juga dari luar Temanggung. Hal ini tampak dari banyaknya plat nomor kendaraan di lokasi parkir yang berasal dari luar daerah.

“Kita soft opening 6 Februari kemarin setelah dua tahun tidak buka dan ternyata respon masyarakat juga sangat bagus sehingga pasar jadi ramai,” begitu kata Kepala Pendamping Pasar Papringan Yudi Setyawan Minggu (27/2).

Baca juga:  Menjaga Sikap Toleransi Antarumat

Namun demikian, pengelola masih menerapkan pembatasan jumlah pengunjung. Hanya 50 persen dari kapasitas pasar. Para pengunjung pun diimbau untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Yudi mengatakan, semua pelapak dan penyelenggara Pasar Papringan sudah melakukan vaksinasi sehingga risiko penularan covid bisa diminimalkan. Pengunjung yang datang pun wajib memindai aplikasi Peduli Lindungi.

Ada lebih dari 70 lapak yang ada di Pasar Papringan. Meliputi kuliner, hasil bumi dan kerajinan kreasi warga setempat. Pengunjung hanya diperbolehkan melakukan transaksi dengan mata uang dari bambu yang sudah dicap khusus pihak pengelola. Pengunjung bisa melakukan penukaran uang di tempat yang sudah disediakan. Satu keping uang bambu senilai Rp 2.000.

Baca juga:  Maksimalkan Potensi PAD, Pemkab Temanggung Tambah Jumlah Tapping Box

“Jadi ini juga dalam rangka revitalisasi desa, memanfaatkan potensi desa untuk kesejahteraan warga setempat. Karena di warga lokal sini kesehariannya banyak yang bukan pedagang. Jadi kita bina dan latih mereka untuk berjualan di sini, hitung-hitung seperti side jobs bagi warga,” imuhnya.

Yudi mengaku, Pasar Papringan akan kembali rutin digelar sebulan dua kali, yakni setiap Minggu Wage dan Minggu Pon mulai pukul 06.00 – 12.00 WIB. Sebelum pandemi, Yudi menyebut, jumlah pengunjung bisa sampai 3.000 orang dengan nilai transaksi Rp 60 juta – Rp 100 juta.

“Namun karena sekarang dibatasi setengahnya jadi kira-kira pengunjung dan total transaksinya juga menurun setengahnya,” sambungnya.

Bupati Temanggung HM Al Khadziq mengatakan, dengan kembali dibukanya Pasar Papringan ini diharapkan bisa menambah rasa percaya diri para pelaku wisata untuk bangkit dari keterpurukan pandemi Covid-19.

Baca juga:  Atletik Seleksi Atlet Pra Porprov

“Harapan saya, ayo masyarakat menghidupkan kegiatan kepariwisataan dan budaya di Temanggung tetapi protokol kesehatnnya juga dijaga,” katanya usai melakukan transaksi di Pasar Papringan kemarin. (nan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya