alexametrics

Operasi Pasar Jauh dari Toko Modern

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Pemerintah Kabupaten Temanggung menerima 4.800 liter minyak goreng dari Dinas Perdagangan Jawa Tengah. Komoditas ini akan digunakan untuk operasi pasar di wilayah Kabupaten Temanggung.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Dinkopdag) Temanggung Entargo Yutri Wardono mengatakan, setelah mengajukan permintaan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akhirnya disetujui sebanyak 4.800 liter minyak goreng untuk operasi pasar (OP). Jumlah ini meningkat dari apa yang dikatakannya sebelumnya, hanya 4.000 liter.

Ia mengatakan, seharusnya minyak goreng dari provinsi ini akan dikirim pada Kamis (24/2) ini. Namun karena ada kendala dalam transportasi maka untuk distribusi minyak goreng ini untuk sementara ditunda.

“Karena ada demo angkutan barang kemarin, pengiriman ditunda. Tapi sudah pasti kita dapat minyak goreng dengan jumlah itu, hanya saja untuk distribusinya akan dijadwal ulang,” terangnya Rabu (23/2).

Baca juga:  Pilbup Temanggung 2024 Butuh Dana Rp 20 Miliar

Entargo mengatakan, operasi pasar dengan minyak goreng sebanyak 4.800 liter ini akan dilakukan di daerah-daerah tertentu. Seperti daerah yang jauh dari pasar modern, daerah yang jauh dari pusat kota dan ketentuan lainnya.

Sebab, selama ini masyarakat yang berada di dekat toko modern sudah menikmati minyak goreng bersubsidi. Toko-toko modern ini telah menjual minyak goreng sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Kami akan prioritaskan daerah yang jauh dari pasar modern, selain itu secara ekonomi juga kurang begitu beruntung seperti Kecamatan Selopampang,dan daerah lainnya,” katanya.

Menurutnya, OP tahap pertama ini memang belum bisa dilakukan secara merata di semua daerah, mengingat jumlah minyak goreng yang didapat saat ini masih sedikit, OP baru akan dilaksanakan di tempat-tempat tertentu saja.

Baca juga:  Izin Keramaian di Temanggung Diperketat

Nantinya setiap kepala keluarga (KK) hanya akan mendapatkan maksimal 2 liter minyak goreng. “Pembelian dibatasi, agar bisa lebih merata kepada masyarakat, karena memang untuk tahap pertama ini minyak gorengnya masih sedikit,” jelasnya. (nan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya